Iklan Layanan Masyarakat

Bekraf Sebut Pentingnya Komunitas Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 27 Nov 2018 111
Blog single photo

Temanggung, Media Center – Melalui sistem penilaian mandiri, Badan Ekonomi Kreatif mendorong pengembangan ekonomi kreatif hingga ke tingkat desa. Sistem ini dilakukan dengan cara menentukan subsektor yang menjadi lokomotif masing – masing daerah dengan melibatkan komunitas.

Seperti dikatakan Deputi Infrastuktur Bekraf Hari Santosa Sungkari dalam melakukan penilaian mandiri tersebut melibatkan empat aktor yakni  akademisi, pebisnis, komunitas dan pemerintah. “setiap Kabupaten / Kota nanti melakukan penilaian untuk menjadi unggulan, unggulan tidak selalu yang mendapatkan terbesar tetapi bisa menjadi lokomotif bagi sub sektor lainnya”, Jelas Hari dalam Acara International Conference On Village Revitalization di Temanggung, Sabtu (24/11).

Ia pun menyebutkan salah satu contoh jika daerah mengandalkan seni pertunjukkan, ada sektor lain yang dapat diangkat seperti dalam hal kuliner, dan fashion juga akan ikut terangkat. “Atau disatu tempat ada fashion bisa saja digitalnya bisa ikut untuk menjual”, tambah Hari.

 Sementara itu,  untuk proses pengajuannya sendiri pemerintah daerah mengirim surat kepada badan ekonomi kreatif yang nantinya akan ditindaklanjuti. “kami minta untuk kepala daerah kirim surat ke kami terus nanti diperkenalkan dengan komunitas dan bisnis setempat terus kita lakukan uji petik ke tempat terus nanti disepakati 3 – 4 hari dilokasi dan akan ditentukan program becraft yang akan mengacu ke salah satu sub sector unggulan”, Ujar Hari.

Selain itu, Becraft sendiri telah menyediakan dana untuk revitalisasi atau renovasi terhadap bangunan – bangunan yang sudah tidak terpakai agar kembali berfungsi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Dana yang disediakan tersebut digunakan revitalisasi sebesar 3 Miliyar, yakni sarana peralatan  1 Miliyar dan sarana digital 2 Miliyar.

Namun, dalam melakukan pengembangan ekonomi kreatif maupun revitalisasi dapat dilakukan dengan syarat harus ada komunitas yang mempunyai program dalam dua tahun kedepan. Dengan system yang seperti ini, komunitas dituntut aktif demi pengembangan ekonomi kreatif daerah. (MC TMG / Penulis ; Ria / Foto ; Hendri / Editor ;EJP)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top