Iklan Layanan Masyarakat

Petani Diharap Lakukan Dua Kali Tanam Bawang Setiap Tahunnya
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi Wisata Alam Wisata Kuliner INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL


admin 23 Okt 2018 41
Blog single photo

Temanggung, MediaCenter – Pemerintah Kabupaten Temanggung menghimbau agar petani bawang putih di Temanggung dapat melakukan tanam bawang tidak hanya satu kali dalam setiap tahunnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas bawang putih dalam setiap tahunnya.

Menurut Sigit Sulistyo selaku Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpangan) Kabupaten Temanggung menuturkan  kebutuhan bawang putih secara nasional sebesar 500.000 ton per tahunnya. "Jadi kebutuhan nasional itu kan 500.000 ton pertahun, luasan area yang harus kita butuhkan sekitar 70.000 hektare, karena Temanggung dulu pernah jaya, jadi mempunyai karakteristik sehingga Temanggung punya target untuk menopang kebutuhan bawang sebanyak 20%, sedangkan potensi kita sekitar 5.000 - 6.000 hektare lahanya", sebut Sigit saat ditemui di Rakor Bawang Putih di Temanggung, Selasa (23/10).

Sigit juga menuturkan untuk mengejar target tersebut pemerintah menghimbau agar para petani melakukan tanam bawang putih sebanyak dua kali masa tanam setiap tahunnya. "Seharusnya bisa tanam dua kali dalam rangka mengejar produksi, produktivitas serta luasan tanam minimal seperti Karanganyar pada bulan Mei sudah bisa tanam," ujar Sigit.

Selanjutnya, Kepala Dintanpangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin mengatakan, agar masa tanam bawang putih tersebut untuk tidak mengenal musim, karena bawang putih menjadi kebutuhan konsumsi dalam setiap harinya.

"Tanaman bawang di Temanggung masih mengandalkan satu musim tanam, yaitu setelah tanam tembakau, seharusnya nanti lama - lama bawang putih itu ditanam tidak mengenal musim, oleh karena itu tahun depan tanaman diarahkan ke daerah dataran rendah, daerah dataran yang ada sumber airnya, untuk bisa ditanam tidak harus ditanam setelah musim tembakau", pinta Masrik.

Ia juga menyebutkan saat ini petani selalu bisa mengatur tanaman, agar hasil pertanian di Temanggung seperti tembakau, padi, jagung, bawang, cabe dan lain sebagainya bisa berjalan terus dan mendapatkan hasil maksimal.

Sementara itu, Yamuhadi selaku petani bawang dari Desa Wonosari Kecamatan Bulu Temanggung menyebutkan, permintaan untuk melakukan tanam bawang dua kali dalam satu tahun bisa dilakukan untuk daerah yang tidak ditanami tembakau. "Ada daerah yang bisa, yang tidak menanam tembakau mungkin bisa cuma kalau kita yang berada di dataran tinggi kita mungkin cuma bisa produksi sekali", ungkap Hadi.

Ia menyampaikan biasanya pada bulan November telah melakukan tanam bawang putih akan memanen bawang putih pada bulan April tahun berikutnya. Selanjutnya usai panen di daerah dataran tinggi tersebut akan diganti dengan tanaman tembakau.(MV TMG/ Penulis ; Ria / Foto ; Agung/ Editor :Ekape)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top