Iklan Layanan Masyarakat

Pertunjukan Liong dan Barongsai Ramaikan Cap Go Meh di Temanggung.
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


Pertunjukan Liong dan Barongsai Ramaikan Cap Go Meh di Temanggung. admin 10 Feb 2020 24
Blog single photo

Temanggung-Mediacenter. Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Kong Ling Bio atau Cahaya Sakti Temanggung, Jawa Tengah Sabtu (8/2/2020) Malam dimeriahkan dengan pentas kesenian Liong dan Barongsai. Perayaan ini diselenggarakan tepat pada malam bulan purnama pertama di tahun tikus.

"Cap Go Meh sekaligus untuk menutup rangkaian acara tahun baru Imlek yang telah berlangsung selama 15 hari,"kata Edwin Nugroho, Kepala Klenteng Kong Ling Bio.

Ia menjelaskan, pertunjukan Barongsai dan Liong dimainkan oleh kelompok seni dari Salatiga. Pertunjukan digelar mulai pukul 20.30 WIB di halaman klenteng. Kemeriahan itu menjadi perhatian masyarakat Temanggung yang telah menunggu dimulainya pertunjukan sejak pukul 17.30 wib.

Sebelum pentas Barongsai dan Liong, para umat Tri Dharma melakukan sembahyang dan berdoa di klenteng. Dalam kesempatan itu mereka mendoakan tanah air Indonesia agar aman, tentram dan masyarakatnya sejahtera. Doa yang sama juga dipanjatkan untuk masyarakat Temanggung.

"Kami berdoa agar tanah air kami juga dijauhkan dari segala bencana, angin bertiup lembut dan hujan turun pada musimnya,"tutur Edwin.

Usai bersembahyang dilakukan pemilihan locu atau umat khusus melayani para dewa. Tugas locu adalah menyiapkan persembahan untuk dewa dewi tiap kali sembahyang. Sedikitnya ada 20 orang yang mendaftarkan diri menjadi locu. Namun hanya dipilih enam orang locu untuk melayani para dewa di enam altar yang ada di klenteng tersebut.

Ratusan masyarakat yang datang ke klenteng selanjutnya dipersilahkan untuk menikmati lontong sayur Cap Go Meh. Lontong ini menurut Edwin merupakan simbol persatuan antara masyarakat tionghoa dan pribumi yang dimulai dari perjuangan bersama mengusir penjajah pada era kemerdekaan. (MC TMG/Penulis:Tosiani,Editor:Ekape)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top