Iklan Layanan Masyarakat

Nikmatnya Kuliner Kerang Rebus di Daerah Pegunungan
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 22 Mei 2019 154
Blog single photo

Temanggung, MediaCenterBerawal dari keinginannya keluar dari zona nyaman serta ingin memiliki usaha yang memang digemari sejak dulu, seorang wartawan beralih berjualan Kerang Hijau Rebus dengan harga terjangkau.

Berlokasi di timur Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, penikmat kuliner Kerang Rebus ini rata-rata dari kalangan muda-mudi. Selain bisa dikudap di tempat‎, Kerang Rebus Bang Joe juga bisa dibungkus untuk dibawa pulang.

Kuliner berbahan dasar kerang tersebut, sering ditemui di wilayah pesisir, di jalan-jalan, hampir ditiap sudut kota-kota, akan mudah menemukannya, dari kelas Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga restoran berbintang. Namun, di wilayah pegunungan seperti Temanggung, ‎kerang bukan termasuk kuliner yang gampang ditemukan. Gerobak Kerang Bang Joe merupakan satu diantara sedikit penjaja kuliner berbahan dasar kerang, yang ada di Kota Tembakau.

"Kerang masih sangat jarang ditemukan disini, padahal di wilayah pesisiran, semisal Semarang, kerang seperti menjadi cemilan favorit untuk ‎menemani nongkrong. Saya ingin membawa budaya kulineran pesisiran ke pegunungan," kata pemilik Gerobak Kerang Bang Joe, Rizal Ivan Chanaris, di sela-sela melayani pembeli, Selasa (21/5/2019).

Diakui, ia pernah cukup lama berdomisili di Semarang. Mulai dari kuliah hingga sempat bekerja di sana‎. Selama di Kota Lunpia, kerang menjadi cemilan favoritnya saat nongkrong bersama kawan.

Selama dua pekan ini, respon pecinta kuliner di Kota Tembakau cukup bagus. ‎Menurutnya tiap hari ia menyediakan antara 15 - 25 kilogram kerang hijau dengan harga per porsi kerang di Gerobak Kerang Bang Joe cukup terjangkau. Untuk porsi besar, dihargai Rp10.000,00 sementara porsi kecil cukup Rp7.000,00.

"Satu kilogram kerang bisa diolah menjadi tiga porsi besar, sementara kalau dibikin porsi kecil bisa menjadi lima porsi," urainya.

Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa ketersediaan kerang hijau yang tidak menentu dari nelayan yang berasal dari Semarang menjadi kendala tersendiri dari usaha kerang rebus milik Bang Joe tersebut. “Karena jika saya memesan kerang hijau sebanyak 35 Kilogram, dapatnya paling minim 15 Kilogram sampai maksimal 25 Kilogram,” jelasnya.

Dituturkan Rizal, sementara ini ia memang baru menyediakan satu menu: kerang hijau rebus bumbu madu. Melihat respon pasar yang cukup baik, kedepan ia akan menambah variasi menu. "Sementara ini baru kerang hijau bumbu madu, rasa originalnya cenderung manis‎, tapi bagi pecinta pedas bisa disediakan sambal," ujarnya.

Ditambahkan, kerang rebus bumbu madu merupakan resep kreasinya sendiri, sehingga, dijamin rasanya tak akan ditemui di tempat lain. "Resep racikan saya sendiri," ujar pria lulusan sekolah tinggi perhotelan di Semarang ini.

"Biasanya, dalam waktu kurang dari empat jam sudah ludes, habis, apalagi selama Ramadhan ini, Gerobak Kerang Bang Joe buka mulai sekitar pukul 16.00, hingga pukul 20.00, tetapi sebelum jam 20.00 sering sudah habis,” tandasnya.

‎Salah seorang pecinta kuliner kerang di Temanggung, Ratna Dwi Wardani, mengaku senang dengan adanya Gerobak Kerang Bang Joe. Menurutnya, selama ini ia belum menemukan kulineran kerang di Kota Tembakau apalagi dijajakan dengan gerobak.

"Kalau pas ke daerah pesisiran, saya selalu menyempatkan diri mampir ke warung kerang. Sekarang ada yang buka di sini, gak perlu jauh-jauh saat pengen kerang, dengan harga yang terjangkau dan dapat lumayan banyak rasa kerang rebus di Gerobak Kerang Bang Joe juga cukup unik: gurih dan manis," menurutnya. (MC TMG/Penulis, Foto: Agung, Editor:Ekape )

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top