Iklan Layanan Masyarakat

Musim Pancaroba, Pemeliharaan Ikan Harus Ekstra

Senin, 13 Jun 2022 16:22:48 288

Keterangan Gambar : Petani ikan mencermati pemeliharaan ikan di kolam


Temanggung, Media Center - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung mengingatkan pada petani ikan pada masa pancaroba untuk memberikan perhatian ekstra pada ikan yang dipelihara.

Kepala DKPPP Joko Budi Nuryanto mengatakan, pada masa pancaroba petani ikan harus cermat dalam pemeliharaan ikan di kolam, sebab terkadang ada perubahan suhu udara yang ekstrim, dari panas ke dingin. 

Diperlukan pakan yang ekstra, agar ikan tetap dalam kondisi fit. Pengairan kolam juga diusahakan lancar.

"Pakan yang kurang baik dan pengairan yang tidak lancar dapat menyebabkan ikan sakit yang berpotensi kematian," kata Joko Budi Nuryanto, Senin (13/6/2022).

Dikemukakan olehnya, perubahan cuaca harian dari panas ke hujan sangat berpengaruh pada kondisi ikan di kolam. Tidak hanya di kolam masyarakat, kondisi ikan, terutama benih di Balai Benih Ikan (BBI) juga ada yang terpengaruh.

Maka itu, diperlukan perlakukan khusus agar kembali sehat. Untuk benih ikan yang kurang bagus tidak dijual. Setelah dipastikan sehat baru dijual pada warga.

"Kami menjaga kepercayaan masyarakat dengan tetap menjual benih terbaik, meski permintaan sedang naik," imbuhnya. 

Ia mengatakan, permintaan benih ikan di BBI Mungseng tetap banyak, meski memasuki musim kemarau. Permintaan benih ikan, terutama pada nila dan lele. 

Dua jenis ikan ini, ditebar atau dipelihara di kolam, baik yang di tanah, permanen atau di terpal. Sedangkan mina padi untuk awal musim kemarau permintaan agak berkurang.

"Kami terkadang sampai kewalahan memenuhi permintaan benih dari masyarakat. Karena stok di BBI terkadang ada keterbatasan," terangnya. 

Dikemukakan, di awal musim kemarau lahan persawahan sebagian dialihkan untuk penanaman tembakau dan keterbatasan air di lahan persawahan. 

Hanya di daerah yang pengairannya lancar yang tetap ada mina padi seperti di Pringsurat, Kranggan, Temanggung dan Tembarak.

Disampaikan benih ikan yang tersedia di BBI Mungseng untuk saat ini adalah nila dan lele. Harga nila Rp 40 ribu per kg, sedangkan lele Rp 500 per ekor dengan ukuran sekitar 10 cm.

Seorang warga, Abhan (34) mengatakan membeli benih ikan nila ukuran sedang sebanyak 4 kilogram di BBI Mungseng untuk ditebar di kolam. 

"Benih ikan di BBI selama ini bagus, sehingga menjadi pelanggan," katanya.

Petani lainnya, Rohmad (43) mengatakan cuaca akhir-akhir ini tidak begitu bagus yang terkadang berpengaruh pada kesehatan ikan di kolam. Petani harus menyiapkan tenaga dan  pakan ekstra untuk kesehatan ikan di kolam. (MC.TMG/aiz;ekp)

Pencarian:

Komentar:

Top