Iklan Layanan Masyarakat

Disabilitas Intelektual Antuasias Gunakan Hak Pilih Pada Pemilu 2019
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 18 Apr 2019 136
Blog single photo

Temanggung, MediaCenterDalam Pasal 5 Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang menyebutkan, bahwa penyandang disabilitas intelektual yang memenuhi syarat mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemilih.

Tak terkecuali di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah, Sejumlah penyandang disabilitas intelektual yang masih menjadi siswa Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini.

Sedikitnya terdapat 6 siswa BBRSPDI yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 2 orang siswa sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Rabu (17/04/2019), para penyandang disabilitas dengan penuh semangat memberikan hak suaranya dalam Pemilu tahun 2019 ini, terlihat dari begitu antusianya mereka karena sudah dari pagi hari pukul 07.00 WIB penyandang disabilitas intelektual telah siap untuk berangkat menuju ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bahkan jarak dari BBRSPDI Kartini di Temanggung menuju ke lokasi TPS 12 SD Negeri 2 Jampirejo Kabupaten Temanggung lumayan jauh, para penyandang disabilitas intelektual rela berjalan kaki sejauh 2 (dua) kilo meter karena mereka ingin memberikan hak suaranya walaupun hanya satu suara dari mereka.

Ditemui seuai mencoblos, salah seorang penyandang disabilitas intelektual Budiyarti (43) menjelaskan dalam wawancara, bahwa pihaknya sangat senang dan bangga bisa dapat memberikan suaranya dalam Pemilu tahun 2019 ini.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa dalam pemilu tahun 2019 begitu kesulitan untuk mencoblos dan menentukan wakil rakyatnya, karena banyaknya surat suara dan banyaknya calon legislatif yang hanya terdapat tulisan namanya saja tanpa ada foto dari peserta Pemilu.

Bahkan para penyandang disabilitas intelektual paling tidak membutuhkan 5 (lima) sampai 7 (tujuh) menit untuk memberikan hak suaranya, dari awal masuk sampai mencelupkan jari ke tinta.

“Semoga walaupun hanya satu suara dari saya dapat memberikan suara rakyat, agar kedepan pemimpin bangsa yang terpilih dapat mengemban amanah yang diberikan oleh rakyatnya,” tutur Budiyarti dengan penuh semangat walau sedikit kebingungan dalam menyusun kalimatnya. (MC TMG/Penulis, Foto: Agung, Editor:Ekape )

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top