Iklan Layanan Masyarakat

Bermain dan Berkreasi dengan Layang-Layang Beraneka Bentuk

Selasa, 28 Jul 2020 09:09:11 567

Keterangan Gambar :


Temanggung, MediaCenter - Cuaca cerah dengan angin yang bertiup lembut hingga sedang pada Senin Sore (27/7/2020), dimanfaatkan sejumlah remaja untuk menerbangkan layang-layang di Lapangan Desa Lungge, Kecamatan/Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Beberapa orang dewasa mengamati dari tepian, lalu bersorak jika ada layang-layang yang tersangkut atau saling bersangkutan

Beragam warna dan bentuk layang-layang dengan latar belakang langit berwarna biru cerah membuat suasana semakin meriah. Ada layang-layang berbentuk kupu-kupu berwarna cenderung kuning, dan bentuk cumi-cumi berwarna putih dan hitam memukau para penonton yang berdiri di tepi. Layang-layang lainnya terbang dalam bentuk standar diagonal.

Layang-layang dengan bentuk, model dan warna beraneka ragam itu dibuat oleh salah seorang remaja asal Desa Lungge bernama Rizal (16). Ide membuat layang-layang semula diakui Rizal untuk kesenangan semata. Ia dibantu seorang temannya Alvin (14) merealisasikan ide yang terpikir untuk membuat aneka model layang-layang yang menarik. 

Layang-layang dibuat dari bahan kertas pilus yang direkatkan pada rangkaian potongan bambu. Kemudian dikaitkan pada benang string dengan bandul kaleng untuk mengikat benang. Tiap membuat satu layang-layang membutuhkan waktu sekitar satu hari.

"Kami menerbangkannya mulai pukul 13.00 sampai 17.00 WIB. Pada saat itu cuaca cenderung bagus dan angin bertiup sedang hingga kencang, sehingga layang-layang bisa terbang lebih tinggi," tutur Rizal.

Alvin menimpali, musim bermain layang-layang selalu ada tiap tahun. Biasanya saat memasuki Bulan Juli dan berlangsung hingga sekitar Bulan September. Pada bulan-bulan itu cuaca cerah cenderung kering dengan angin bertiup lebih kencang. Cuaca ini amat bagus untuk bermain layang-layang.

"Musim layang-layang membuat kami sangat senang. Tapi terkadang kecewa kalau layangan kami tersangkut pohon, tiang, atau bersangkutan dengan layangan lain. Sedih karena kehilangan layangan yang kami buat dengan susah payah," katanya. 

Selain di Lapangan Lungge, beberapa ruas jalanan desa di wilayah Temanggung juga ramai oleh anak-anak yang bermain layang-layang. Situasi ini biasanya berlangsung hingga Bulan September. (MC TMG/Tosiani;Ekape)

Pencarian:

Komentar:

Top