Iklan Layanan Masyarakat

Temanggung Salah Satu Tempat Budidaya Ikan Dewa di Jawa Tengah
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 05 Des 2019 151
Blog single photo

Temanggung, Media Center - Kawasan Terpadu Mandiri Alam Mondoretno (KTM Almond) merupakan salah satu tempat di Kabupaten Temanggung yang membudidayakan ikan Dewa atau dalam habasa Internasional dikenal dengan nama Mahseer Fish. Faizin (29) yang bekerja sebagai Penanggungjawab Bidang Perikanan yang dijumpai di tempat kerjanya yaitu KTM Almond membeli bibit ikan Dewa dengan ukuran berat 1 ons sebanyak 24 ekor untuk dibudidayakannya karena keberadaan ikan Dewa saat ini sudah mulai menghilang, Selasa (3/12/2019)
Dari ke 24 ekor bibit ikan dewa yang dipunyai Faizin, saat ini menjadi 41 ekor indukan ikan Dewa terdiri dari 9 ikan betina dan 32 ikan jantan dengan berat rata-rata 1kg. Ikan Dewa miliknya saat ini dalam pengawasan karena musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan air mata yang dijadikan sumber utama pasokan air kolam untuk budidaya ikan Dewa mengeluarkan air yang sangat kecil karena syarat utama budidaya ikan Dewa adalah menggunakan air yang diambil langsung dari mata air atau bisa dikatakan air yang belum tercemar.
Keadaan cuaca tidak begitu berpengaruh dalam budidaya ikan Dewa melainkan kondisi air. Karena ikan Dewa itu adalah ikan yang senang atau tempat aslinya itu di hulu sungai dengan keadaan air yang bersih dan berarus deras. Sedangkan budidaya ikan Dewa di kabupaten Temanggung sendiri ada di 2 lokasi, yang pertama di Desa Mondoretno Kecamatan Bulu yaitu di lokasi KTM Almond dan yang kedua di daerah Desa Pikatan Kecamatan Temanggung.
Tidak banyak orang yang mau budidaya ikan Dewa karena mungkin karena orang tahunya ini lama terus harga indukannya juga mahal. Untuk mencapai ukuran 1 kg membutuhkan waktu 2,5 tahun, nha itu tidak semua orang mau dan tidak semua tempat itu punya mata air bagus, kata Faizin.
Meskipun ikan Dewa merupakan ikan konsumsi, akan tetapi di Indonesia tingkat konsumennya masih tergolong kecil. Hal tersebut dikarenakan harga ikan Dewa yang mahal dan keberadaan ikan Dewa sebagai ikan konsumsi tidak beredar luas di pasar perikanan. Disinyalir konsumen ikan Dewa terbanyak di Negara tetangga adalah Negara Malaysia. Saai ini ekspor ikan Dewa untuk dijual ke Malaysia sering dilakukan oleh Provinsi Padang dengan kondisi mati segar. Ikan Dewa di Provinsi padang masih banyak dijumpai disungai-sungai, oleh sebab itu disebut perikanan tangkap karena stok ikan masih banyak jadi bukan dari hasil budidaya seperti yang dilakukan KTM Almond.
Faizin mengaku pemasaran ikan Dewa masih melalui media social dan jaringan pecinta ikan se Indonesia. Jual beli ikan Dewa sudah dimulai sejak ikan Dewa masih berupa telur karena ikan Dewa merupakan ikan konsumsi yang sangat eksklusif dengan kandungan gizi yang tinggi setara dengan ikan salmon. Telur ikan Dewa dibandro dengan harga Rp750,00/butir dan telur yang sudah menetas dibandrol harga Rp1.000,00/cm. Harga tersebut merupakan harga standard jual beli ikan jenis ikan Dewa. Sedangkan untuk ikan Dewa siap konsumsi dijual mulai dari ukuran berat 1 ons dengan harga kisaran 1 juta/kg.
“Pembeli terjauh sampai saat ini dari Yogyakarta. Bisa dikatakan karena dampak erupsi gunung Merapi kemarin mengakibatkan ekosistem ikan khususnya ikan Dewa menghilang. Biasanya ikan Dewa banyak tersebar di sungai-sungai besar seperti Progo dan Serayu. Imbuh faizin. (MC TMG/Penulis:Cahya/Foto:AgungAgung / Editor:Eknu)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top