Iklan Layanan Masyarakat

Pentingnya Mengenalkan Literasi Sejak Anak Usia Dini

Selasa, 10 Nov 2022 15:22:51 10094

Keterangan Gambar : Pentingnya Mengenalkan Literasi Sejak Anak Usia Dini


Temanggung - Literasi begitu penting dalam kehidupan manusia, apalagi manusia yang hidup di zaman teknologi yang serba canggih. Karena kemampuan literasi ini akan menjadi kunci sukses manusia untuk berproses menjadi manusia yang memiliki pengetahuan dan berperadapan, salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan kemampuan literasi ini adalah dengan banyak membaca buku. Hal tersebut diungkapkan Kepala TK Negeri Pembina Kecamatan Temanggung, Senin (30/1/2023).

“Kegiatan literasi ini merupakan hak bagi setiap masyarakat untuk belajar di sepanjang hidupnya. Dengan harapan, bila kemampuan literasi yang meningkat, maka akan meningkat pula kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, banyak efek yang akan ditimbulkan dengan kemampuan literasi yang meningkat, salah satunya dapat membantu pembangunan yang berkelanjutan dengan pemberantasan kemiskinan, pertumbuhan penduduk, pengurangan angka kematian dan sebagainya. 

“Cara yang ditempuh untuk meningkatkan kemampuan literasi anak adalah dengan cara memperbanyak membaca buku. Meskipun budaya masih banyak daerah di Indonesia yang minat bacanya rendah, serta kemampuan literasi yang masih rendah,” imbuhnya. 

Ada beberapa faktor yang membuat minat membaca masyarakat Indonesia menjadi rendah, diantaranya belum ada pembiasaan dalam keluarga membaca sejak dini, karena anak-anak adalah peniru ulung, kebiasaan orang tua dan anak-anak biasanya mengikuti. Untuk itu lingkungan keluarga dalam mengajarkan kebiasaan membaca menjadi penting untuk meningkatkan kemampuan literasi. 

Faktor lain yaitu akses fasilitas pendidikan belum merata dan minimnya kualitas sarana pendidikan. Karena masih banyak anak-anak yang putus sekolah, sarana sekolah yang tidak mendukung proses belajar mengajar. Selain itu, masih kurangnya produksi buku sebagai dampak masih kurangnya penerbit di daerah, royalti yang diterima penulis masih rendah, serta adanya kewajiban pajak bagi penulis, sehingga memadamkan semangat untuk menulis. 

“Kemajuan teknologi juga mempengaruhi rendahnya literasi, misalnya dengan bermunculan gadget. Banyak orang bermain sosial media daripada membaca buku.  Tak hanya pengaruh internet dan gadget, juga buku-buku cerita yang menarik minat anak juga masih kurang, yang kebanyakkan yaitu buku pelajaran. Selain itu, literasi awal dalam keluarga sangat berperan penting terhadap pengembangan literasi anak,” ungkapnya.

Sayangnya, hal ini belum berkembang. Karena literasi awal anak lebih berfokus pada sekolah daripada di rumah. Fenomenanya, orangtua lebih banyak mengajak anak-anak bermain di mall daripada membawa anak-anak ke toko buku ataupun mengunjungi ke perpustakaan. Usia dini yang berkisar antara 0 sampai 8 tahun adalah usia emas (golden age) di mana pada masa itu, otak anak berkembang demikian pesatnya hingga 80%. Untuk itu pada masa usia dinilah, perlu adanya rangsangan yang baik agar otak anak berkembang dengan baik pula. Di rumah orangtualah yang sangat berperan sebagai pengawas tumbuh dan berkembangnya anak-anak, orangtua bertugas menambah pengetahuan, terutama seputar pertumbuhan anak. 

Namun, orangtua tidak bisa memaksakan pertumbuhan anak sesuai kemauannya, seperti menyuruh belajar di luar kemampuan anak dengan maksud agar anak mereka kelak menjadi pintar. Yang terpenting sebagai orangtua harus menunjukkan sikap dan perilaku yang baik dengan penuh kasih sayang karena anak-anak suka meniru kebiasaan orang-orang terdekatnya. 

Oleh karena itu, stimulasi literasi awal kepada anak harus dimulai sejak dini, dimulai dari tahun pertama kelahirannya. Bisa melalui cerita-cerita maupun pengalamannya dengan buku-buku. Menurut Resmini (2012:4) terdapat tiga jenis literasi yaitu : 
1.  Literasi visual 
Merupakan kemampuan untuk mengenali penggunaan garis, bentuk dan warna dibuat dengan gambar sehingga menarik bagi anak. 
2.  Literasi lisan 
Merupakan kemampuan berbicara atau mendengarkan, dilakukan dengan cara memberikan lirik lagu-lagu, syair dan pantun. 
3.  Literasi terhadap teks tertulis 
Merupakan sebuah aktivitas langsung yang berhubungan dengan teks tertulis melalui bentuk pembacaan atau penulisan. Contoh literasi awal ini yaitu memberi anak-anak buku bacaan dongeng bergambar yang mampu menarik minat anak. Literasi yang dilakukan sejak dini, yang telah diterapkan dapat memberikan dampak positif terhadap prestasi akademik bagi anak. Anak-anak yang terbiasa dikenalkan dengan dunia literasi memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik di lingkungannya. 

Di TK Negeri Pembina Kecamatan Temanggung literasi awal dilakukan dalam semua kegiatan pembelajaran, di bagi dalam lima tahapan, diataranya  saat anak datang disambut oleh Ibu Guru, saat itu guru melakukan komunikasi verbal, misalnya mengucapkan Salam , selamat pagi atau assalammualaikum. Kedua kegiatan awal di dalam kelas, guru mengeksplor perkembangan bahasa anak  dan daya ingat anak dengan meminta mereka bercerita tentang pengalamannya. Kegiatan ini dilakukan dengan bercakap-cakap. Guru juga membacakan buku cerita kepada anak. 

Ketiga gegiatan Inti di dalam kelas, Guru memberi kegiatan main sesuai tema, kegiatan tersebut bisa berupa berhitung, meniru huruf, memasangkan gambar dengan kata atau symbol huruf, mengenal bentuk, warna, ukuran, menggambar sesuai imajinasinya kemudian menceritakannya kembali. Serta kegiatan main lainnya yang menunjang 6 aspek perkembangan anak usia dini. 

Selanjutnya pada waktu Istirahat anak diajak ke perpustakaan yang ada di sekolah , anak-anak juga diperbolehkan apabila ada yang mau meminjam buku-buku tersebut untuk belajar dirumah. Di kegiatan penutup, guru membuat kegiatan main misalnya meniru membaca syair, pantun, mendengar cerita atau membaca buku. 

Di TK Negeri Pembina Kecamatan Temanggung untuk mengembangkan literasi awal anak, memiliki program kegiatan di luar sesuai puncak tema, misalnya berkunjung ke kantor polisi, pemadam kebakaran atau berkunjung ke perpustakaan daerah. 

“Dengan begitu diharapkan anak-anak yang berada di lingkungan TK Negeri Pembina Kecamatan Temanggung, lebih mengenal pembelajaran secara konkrit,” tandasnya.


Oleh :
Ragil Febri Anggraini, S.Pd.
TK Negeri Pembina, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.

Pencarian:

Komentar:

Top