Iklan Layanan Masyarakat

Padi Jenis Ketan Sulit Untuk Produksi
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 30 Jan 2019 50
Blog single photo

Temanggung, MediaCenterPadi ketan yang ada di Dusun Bendan, Desa Kebonsari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, mengalami kesulitan untuk proses jadi beras.

Banyaknya petani yang enggan menanam padi jenis ketan, karena masa panen yang relatif panjang juga padi ketan rentan serangan hama dan tanaman padi jenis ini mudah roboh, hingga memerlukan perawatan dan pengawasan yang intensif.

Sopiyah (70) salah satu petani yang masih bertahan menanam padi ketan , saat ditemui tim media center Selasa (29/1) mengungkapkan harus selalu menjaga dan dikrudung dengan jaring untuk menghindari serangan burung selain hama wereng. Saat

Saya menanam padi ketan biasanya tergantung pesanan dari para bakul, sedangkan untuk prosesnya sangat lama, setelah padi dipanen dan dikeringkan selama dua sampai tiga hari juga kesulitan untuk mengolah dari gabah menjadi beras” jelasnya.

Gabah yang sudah diselep menjadi beras biasanya diambil oleh bakul saat ini dengan harga Rp 25 ribu/kg, sedangkan untuk harga gabah berkisar Rp 12.500/kg.

Sebenarnya pesanan sangat banyak tapi untuk menanam padi ketan sering dilarang untuk menanam bersamaan dengan padi jenis biasa, karena dianggap bisa mengundang hama, sehingga saya kalo menanam padi ketan setelah petani lainnya sudah mendekati panen,” ungkapnya.

Untuk proses menjadikan beras saya harus mencari selep padi yang ada proses pemisahan padi dengan merang (dahan), itupun harus ke selepan Desa Wates yang jaraknya jauh” tuturnya lagi

Dengan kondisi tanaman dan proses pengolahan menjadi beras yang seperti itu para petani jadi enggan menanam padi ketan, sehingga menjadikan harga yang lumayan mahal dan sulit dicari, sedangkan daya serap pasar masih terbatas.

 

(MC TMG / Penulis ; coeplistyo / Foto : Coeplistyo / Editor :Ekape)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top