Iklan Layanan Masyarakat

Obong Kopi Jowo: Roso Sanggit Lan Pahit Nyeletus Nang Ilat
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 17 Okt 2019 172
Blog single photo

Temanggung - Media Center.  Kopi merupakan salah satu minuman hasil dari roasting biji kopi yang masih mentah. Jenis kopi itu memberikan kenikmatan tersendiri bagi pecinta kopi, seperti halnya jenis Robusta dan Arabika, yang menjadi raja dan ratu kopi, sisi lainnya yang dapat mempengaruhi cita rasa sebuah minuman kopi adalah tempat tanam serta tahapan-tahapan dalam penggolahan biji kopi itu sendiri.
Salah satu kopi terbaik di Indonesia berasal dari Kabupaten Temanggung atau sering dikenal dengan istilah Kopi Temanggung. Kopi Temanggung sendiri menciptakan cita rasa unik, karena berasal dari ketinggian 2357 s/d 3461 Mdpl menjadikan rasanya sangat khas, nyatanya kopi Temanggung pernah menjadi juara ke-2 dalam ajang SCAA (Speciality Coffee Association of America) Expo Amerika Serikat pada tahun 2016.
Dorongan lain yang dapat menjadikan kopi khas Temanggung menjadi nikmat dilidah pecinta kopi adalah cara pengolahannya. Pengolahan kopi dengan tradisional maupun modern dapat memberikan aroma serta rasa berbeda. Proses pembuatan kopi tradisonal itu sendiri berasal dari sortasi kopi bekualitas secara manual, lalu masuk dalam masa penjemuran dan penampian untuk mengurangi kadar air serta menghilangkan kotoran, seperti kulit ari atau biji kopi berkualitas jelek.
Proses terlama saat dalam pembuatan tradisional kopi Temanggung adalah sangan kayu biji kopi.Sangan atau dikenal dengan rosting merupakan tahap pemanggangan biji kopi dengan api stabil, bertujuan untuk menghilangkan kadar air dan mengeluarkan sedikit minyak yang terkandung dalam kopi, dan juga mengeluarkan aroma khas kopi itu sendiri, karena setiap kopi dalam proses pembuatan yang berbeda akan mengeluarkan aroma khasnya tersendiri.
Salah satu penggiat kopi yang melakukan pengolahan dengan teknik ini adalah Fatih (30) penggiat kopi sangrai gerabah di Temanggung, dalam proses pengolahannya memakan waktu lebih dari 2 jam untuk 1,5 kg kopi belum olahan. Mempertahankan budaya warisan leluhur dipadu dengan penggolahan ala café modern akan menghasilkan cita rasa jadul kekinian.“Kopi Temanggung agar dapat kembali medunia, atau kopi tubruk dapat menyebar melalui angkringan yang berada di Kabupaten Temanggung itu sendiri.” jelas mas Fatih yang bertempat tinggal di Dangkel, Parakan .(Foto, Penulis: Agung Editor:Ekape)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top