Iklan Layanan Masyarakat

Bermodalkan Doa Keluarga, Deni Setia Jalani Profesi Tukang Kunci
Umum Sosial Kebudayaan Dan Pariwisata Pendidikan Ekonomi INSANIF PUSKOMKREF Sistem Informasi Desa (SID) PPID STATISTIK INFORMATIKA KOMUNIKASI KOMINFO Agenda OPD SEPUTAR TEMANGGUNG BERITA NASIONAL hoax terkini


admin 26 Jun 2019 262
Blog single photo

Temanggung, Media Center – Ditemui Tim Mediacenter Temanggung disela-sela melakukan pekerjaannya Selasa (25/6/2019), Deni Eko Prasetyo adalah seorang pengrajin kunci atau jasa pembuat kunci duplikat di Jalan Kosasih perempatan Kauman Kecamatan Parakan, Temanggung 
Deni merupakan warga asli Desa Wonosobo Jurang Kecamatan Temanggung yang sekarang berdomisili di Desa Tegalrejo Dangkel Kecamatan Parakan memulai usaha jasa pembuatan kunci sejak tahun 2013, tepatnya setelah dia menikah. Buka dari pukul 09:00-17:00 WIB dan menerima jasa panggilan untuk memperbaiki kunci pelanggannya.
Dalam wawancaranya, Deni menceritakan sejarah dirinya mengapa dia menjadi tukang kunci di Parakan. Pertama kali buka usaha ini, Deni tidak mempunyai pengetahuan maupun kemampuan sebagai tukang duplikat kunci. Usaha mencari tahu tentang cara membuat kunci ke para ahli kunci yang sudah berjalan tidak membuahkan hasil. Akhirnya dengan modal nekat, pria tersebut memberanikan diri untuk membuka usahanya. Kekuatannya hanyalah yakin kepada Sang Pencipta dan dia harus menghidupi keluarga kecilnya.
“Saya ingat kata-kata yang sangat mengispirasi saya dari Bob Sadino, tidak usah banyak berfikir, take action. Belajar Bodoh. Gak usah terlalu mikir macem-macem resiko dan lain-lain. Kalimat itu sangat memotivasi saya. Motivasi saya selanjutnya yaitu Thomas Alva Edision yang membuat satu buah lampu menghabiskan 10.000 kali kegagalan”, ungkap Deni.
Pertama kali membuka usaha ini memang belum bisa apa-apa. Kasus kunci hilang pun masih saja mendapat kesulitan. Duplikasi masih salah-salah dan pelangan yang datang hanya sedikit, bahkan tidak ada. Keajaiban datang dari doa keluarga, tidak disangka pada saat tukang kunci di daerah tersebut libur, banyak warga sekitar yang mendatangi kiosnya untuk menduplikasi kunci mereka. Padahal pada saat itu Deni belum bisa apa-apa.
Sebelum menggarap kunci, Deni meminta izin kepada semua pelanggannya dan mengatakan bahwa kemampuannya belum bagus. Apabila hasilnya cocok dia akan memasang tarif dan apabila hasilnya tidak cocok maka tidak akan dipungut biaya sepeserpun.
Selama tiga bulan pertama, deni mengalami kegagalan hingga satu ember kunci. Dalam tiga bulan tersebut Deni mendapat ilmu dan metode yang cocok untuk pekerjaannya, disamping rezeki untuk menafkahi anak istrinya, dibulan keempat, Deni langsung bisa menggarap kunci apapun, baik kunci pintu, almari, brangkas, sepeda motor, mobil, dll.
“Jadi hikmah yang saya ambil dari kisah ini adalah akan percuma kalau kita sekolah selama tiga tahun kalau kita cuma bolos sekolah, pacaran, kebanyakan mainan HP dan tidak terlalu serius dalam mempelajari materi sekolah. Lebih baik sekolah itu fokus pada tujuan dan jangan membuang waktu yang percuma. Kurangi main HP, jangan kebanyakan tidur dan jangan terlalu santai”, imbuh Deni di akhir percakapan. (MC TMG/ Penulis, Foto : Cahya Editor: Ekape)

Recent Comments

Tinggalkan Komentar

Top