Iklan Layanan Masyarakat

Wisata Edukasi demi Tumbuh Kembang Anak di Kampung Dolanan

Sabtu, 12 Feb 2022 14:10:59 614

Keterangan Gambar : Kegiatan pendampingan Sumber Daya Manusia (SDM), kerjasama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf ) dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang di Kampung Dolanan Walitelon Utara, bertempat di Balai RW 02 Lingkungan Gender RT 03 RW 02 Kelurahan Walitelon Utara, Kecamatan/Kabupaten Temanggung, Sabtu (12/2/2022).


Temanggung, MediaCenter - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Sri Endang Praptaningsih mewakili Bupati Temanggung, membuka kegiatan pendampingan Sumber Daya Manusia (SDM), kerjasama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf ) dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang di Kampung Dolanan Walitelon Utara, bertempat di Balai RW 02 Lingkungan Gender RT 03 RW 02 Kelurahan Walitelon Utara, Kecamatan/Kabupaten Temanggung, Sabtu (12/2/2022).

Turut hadir dalam pendampingan tersebut, Camat Temanggung, Shofwan Syafii, Kabid Pariwisata Dinbudpar Temanggung, Sanento Budi Setyawan, Kaprodi Perhotelan Udinus, Neni Kurniawati, perangkat kelurahan, Pokdawis, dan peserta.

Kegiatan ini diapresiasi luar biasa sebagai pemberdayaan masyarakat Kampung Dolanan, sinergi dengan program Pemkab Temanggung dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA), kecamatan layak anak, dan desa/kelurahan layak anak.

"Kampung Dolanan ini, tidak hanya sekedar memberikan wahana anak untuk bermain, tetapi juga dikemas menjadi desa wisata, kampung wisata, oleh karena itu kami menyambut baik," kata  Endang.

"Tumbuh kembang anak harus mendapatkan perhatian pemerintah maupun orang tua, pemenuhan hak anak, perlindungan dan partisipasi dengan memberikan wahana bermain dan area tumbuh kembang, karena mereka akan menjadi penerus estafet negeri ini," imbuhnya.

Ia menambahkan, Kampung Dolanan harus berperan aktif memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan penghasilan dan pendapatan masyarakat.

"Harus didukung dengan kuliner dan keramahan dari masyarakatnya, sehingga nanti para pengunjung tertarik ke Kampung Dolanan, tidak hanya sekali," tegasnya. 

Camat Temanggung, Shofwan Syafii menyampaikan terima kasih kepada Udinus Semarang yang telah memberikan pendampingan kepada Kampung Dolanan sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengabdian kepada masyarakat. 

"Sebetulnya yang dikelola itu hal-hal yang sepele, orang kota itu rindu dengan back to alam, back to basic, back to nature, bagaimana para wisatawan domestik dan internasional, dapat hiburan, dapat kepuasan tersendiri, tukar nasib sementara dan mereka mau membayar untuk hal itu," ujar Shofwan.

Diungkapkan olehnya, kerja sama yang baik antara pengelola Kampung Dolanan  dengan stakeholder, serta pemuka masyarakat menjadi modal utama keberhasilan.

"Kegiatan kita ini murah, tetapi menghasilkan, kelurahan itu minim dana, tetapi dengan kegigihan dan tidak putus asa, serta mendapat bimbingan dari Udinus, InsyaAllah kita bisa promosikan ke dunia luar dan mengangkat ekonomi masyarakat," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Pariwisata Dinbudpar, Sanento Budi Setyawan menyampaikan, bahwa program ini merupakan kolaborasi Kemenparekraf dengan 16 asosiasi/komunitas dan 20 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Untuk pendampingan 87 desa wisata, lokasi di Kabupaten Temanggung adalah di Kampung Dolanan Walitelon Utara.

"Kegiatan ini diperuntukkan kepada pengelola wisata, harapannya dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM pariwisata yang ada di Kampung Dolanan ini. Pengelola bisa memberikan pelayanan yang prima dan wisatawan menjadi berkesan," katanya.

Sadar wisata menjadi hal yang sangat penting di suatu destinasi wisata, peran serta dan dukungan masyarakat sekitar untuk menjaga kondusifitas, mendukung berkembangnya obyek wisata.

Sedangkan Kaprodi Perhotelan Udinus, Neni Kurniawati menyampaikan, kerjasama pendampingan ini merupakan tahun ke tiga, dengan materi tata kelola home stay, terutama kompetensi pemandu wisata, meliputi public speaking dan service excelent. Harapannya, pemandu wisata bisa lebih siap dan kuat, karakternya lebih menjual.

"Menyiapkan pelaku-pelaku wisata agar benar-benar bisa maju dan mandiri, bisa menjadi Kampung Dolanan, Kampung Tematik yang diketahui masyarakat luas, anak-anak bisa kembali lagi dolanan, tidak lagi sibuk bermain dengan gagdetnya," ujar Neni.

Dalam acara ini juga dipamerkan produk UMKM dan aneka dolanan anak jaman dahulu. (MC.TMG/sty;ekp)

Pencarian:

Komentar:

Top