Iklan Layanan Masyarakat

Tim Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung Bantu Korban Banjir NTT

Senin, 19 Apr 2021 21:53:11 256

Keterangan Gambar : Tim LDP Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung, Jawa Tengah membantu korban banjir bandang di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.


Temanggung, MediaCenter - Kementerian Sosial melalui Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung  menurunkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) ke lokasi bencana banjir bandang di Pronvisi Nusa Tenggara Timur.  Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Sosial, Tri Rismaharini bahwa Balai Besar/Balai/Loka harus melaksanakan layanan sampai tuntas, tidak hanya bantuan melainkan Layanan Dukungan Psikososial (LDP). 

Kepala Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung, Juena Sitepu, mengatakan, 
Tim Balai Besar Disabilitas Kartini berhasil menjangkau dua desa di Kabupaten Alor, yakni Desa Mainang dan Desa Maliepea, Rabu 15 April 2021.  Desa tersebut terletak di Kecamatan Alor Selatan dan Kecamatan Alor Tengah Utara, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari ibu kota kabupaten. Sebelumnya, akses masuk ke daerah itu terputus total.

"Tim yang terdiri atas  psikolog, pekerja sosial,  perawat, penyuluh sosial dan  pejabat struktural tersebut langsung mendatangi warga yang terdampak bencana. Tiba di lokasi tim langsung melakukan pendampingan kepada korban bencana. Kami berupaya memulihkan  trauma warga atas bencana yang terjadi beberapa waktu lalu," katanya, Senin (19/4/2021).

Dikatakan, Desa Maliepea, termasuk daerah yang terdampak sangat parah akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor. Tujuh warga dilaporkan meninggal di daerah itu. Oleh karenanya, masyarakat butuh pendampingan psikososial supaya tidak sampai mengalami trauma yang berkepanjangan akibat bencana ini.

"Layanan psikososial yang diberikan berupa terapi peer support (dukungan teman sebaya), terapi musik, pelayanan konseling dan psikoedukasi untuk penguatan psikologis bagi penyintas. Kami berharap Tim Kartini  dapat memberikan rasa simpati, empati  menambah semangat dan gairah mereka untuk beraktivitas kembali pasca bencana. Kami berharap mereka tidak larut atas kondisi yang terjadi dan segera bangkit untuk menatap hidup yang lebih baik ke depan," katanya. 

Selain layanan psikososial, tim LDP Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung memberikan edukasi protokoler kesehatan, juga berbagi ratusan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19. Lalu membagikan bantuan bahan kebersihan diri dan makanan penambah daya tahan tubuh. Menurut Juena, pihaknya menyalurkan bantuan dalam hal mengantisipasi penyebaran Covid-19, alasannya, ratusan warga korban bencana di dua desa tersebut kesulitan dalam mendapatkan pasokan masker.  

Pada kesempatan itu, tim LDP juga memberikan edukasi pertolongan pertama psikologis untuk relawan. Salah seorang relawan dari Forum Anak Alor (FAA),  Matoneng Oisana (27), menyatakan baru kali ini mendapatkan edukasi trauma healing pasca bencana.
 
"Edukasi ini sangat berarti, karena bisa membantu warga, khususnya anak-anak untuk melupakan kejadian yang mereka saksikan dengan mata kepala sendiri," ujar Matoneng. 

Adapun Kepala Desa Welai Selatan Mainang, Kristofel Manilehi (51),  menyatakan bersyukur atas kedatangan tim LDP Balai Kartini Temanggung. Menurutnya, warga sangat antusias mengikuti trauma healing yang diberikan.

"Kami memang sangat trauma, karena secara langsung mengalami peristiwa itu dan bekasnya masih terlihat sampai sekarang. Saya berharap, dengan trauma healing, warga terdampak bencana kembali optimistis untuk memperbaiki kondisi psikologis, sehingga bisa beraktivitas dengan normal kembali," katanya. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Alor disebutkan sedikitnya 27 orang meninggal dalam pertisitwa itu. Adapun korban yang belum ditemukan berjumlah 16 orang dan korban luka sebanyak 25 orang. Korban luka sebanyak 25 orang di daerah Lipang, adapun di Desa Mailepea, sebanyak tujuh meninggal, tujuh rumah rusak dan empat warga masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (MC.TMG/Arya;Ekape)

Pencarian:

Komentar:

Top