Iklan Layanan Masyarakat

PTM Kembali Dibuka, Temanggung Laksanakan 6 Jam Pelajaran per Hari

Kamis, 06 Jan 2022 15:22:46 681

Keterangan Gambar : Kepala Dindikpora Temanggung, Agus Sujarwo


Temanggung, MediaCenter - Memasuki semester genap Tahun Ajaran 2021/2022, kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Temanggung bisa dilaksanakan secara tatap muka. Hal tersebut disampaikan oleh Agus Sujarwo, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah saat ditemui Kamis (6/1/2022).

Agus mengatakan, saat ini Kabupaten Temanggung berada pada PPKM level 2, sehingga berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tertanggal 21 Desember 2021, Kabupaten Temanggung sudah bisa menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan syarat tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Capaian vaksinasi di Kabupaten Temanggung sudah lebih dari 80% untuk para pendidik dan tenaga kependidikan, anak didik jenjang SMP sudah dilakukan vaksinasi, dan untuk jenjang SD sudah mulai dilakukan vaksinasi,  artinya di Kabupaten Temanggung sudah bisa menyelenggarakan PTM dengan syarat tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Meski demikian, Agus mengatakan, dalam pelaksanaan PTM untuk menjaga jarak masih kesulitan, karena luas ruang kelas di masing-masing sekolah tidak memungkinkan untuk melakukan pembelajaran dengan jarak minimal 1 meter antar siswa, sehingga PTM akan dilaksanakan 50% dari jumlah peserta didik, tetapi dengan jam pelajaran penuh, yaitu 6 jam pelajaran per hari.

“PTM bisa dilaksanakan dengan jam pelajaran penuh, yaitu 6 jam pelajaran per hari, untuk pengaturan jadwalnya kita serahkan ke satuan pendidikan masing-masing,” imbuhnya.

Ia berharap, dengan semakin normalnya pendidikan di Kabupaten Temanggung, kekhawatiran akan kehilangan motivasi belajar bagi anak-anak menjadi tidak ada, dan kualitas pendidikan di Kabupaten Temanggung bisa lebih meningkat, minimal normal kembali seperti biasanya. 

“Karena kita sadari bersama, ketika pembelajaran di masa pandemi berpengaruh bagi prestasi anak-anak kita, sehingga setelah ini diharapkan anak-anak bisa belajar normal, mutu atau kualitas belajar anak juga semakin meningkat, minimal tidak mundur, tetapi bisa menyamai sebelum masa pandemi,” tandasnya. (MC TMG/Sv;Ekp)

Pencarian:

Komentar:

Top