Iklan Layanan Masyarakat

Nguri-uri Budaya Khas Temanggung Melalui Dialog Parlemen Budaya

Kamis, 20 Jan 2022 18:52:16 228

Keterangan Gambar : Bupati HM Al Khadziq dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Ngaini Richadl, menghadiri Dialog Parlemen dan Pagelaran Media Tradisional Nguri-uri Kebudayaan Khas Temanggung di Sasana Margo Turonggo, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, Kamis (20/1/2022).


Temanggung, MediaCenter - Bupati HM Al Khadziq menghadiri kegiatan "Dialog Parlemen dan Pagelaran Media Tradisional Nguri-uri Kebudayaan Khas Temanggung" di Sasana Margo Turonggo, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, Kamis (20/1/2022).

Dalam kegiatan yang dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Ngaini Richadl, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Akhmad Saryono, dan para pelaku kesenian. Acara ini merupakan media dialog membahas kesenian, khususnya kesenian asli Temanggung, seperti jaran kepang. 

Pada kesempatan itu, ditampilkan pula tari kuda lumping dari kelompok Krido Turonggo. Selain itu, ada penyerahan Sertifikat Warisan Budaya kepada tokoh kesenian sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang ikut berpartisipasi melestarikan warisan bangsa.

Bupati mengatakan, tepat jika dialog budaya ini dilaksanakan di Mergowati, salah satunya karena jaran kepang tertua di Temanggung berasal dari Mergowati. Hal itu berdasarkan penelitian Prof Slamet dari UNS. 

"Tepat sekali acara ini dilaksanakan di Mergowati, salah satunya, karena jaran kepang tertua memang berasal dari Mergowati. Ini tidak main-main, penelitian Profesor Slamet dari Universitas Negeri Surakarta yang menyebutkan jarang kepang Temanggung yang tertua itu berasal dari Mergowati, bahkan di desa ini ada situs-situs peninggalan sejarah. Antara lain yang berada di Gunung Jaran dan lain-lain," katanya. 

Melihat fakta demikian, asal usul jaran kepang tertua, maka semestinya jaran kepang Mergowati harus yang paling bagus di Kabupaten Temanggung. 

"Alhamdulillah, saya sudah membuktikan sendiri waktu pentas di Senayan Jakarta, termasuk komentar dari para kurator jaran kepang, bahwa Mergowati itu cirinya gerakannya giras, trengginas. Terimakasih masyarakat Mergowati sudah nguri-uri peninggalan leluhur dan hingga sekarang masih tetap lestari, bahkan tetap mempertahankan pakem asli Temanggung, ini luar biasa," katanya. 

Bupati menuturkan, di Temanggung ada lebih dari 1500 kelompok kuda lumping, dan keseluruhan ada 7200-an kelompok kesenian yang menjadi kekayaan seni budaya warisan dari nenek moyang. Kekayaan budaya ini harus dijaga bersama-sama agar tetap lestari.

Meski saat ini ekpresi berkesenian menunjukkan transformasi, namun lebih dari itu masyarakat Temanggung sesungguhnya punya kewajiban melestarikannya. Tidak sampai di situ, harus pula menjaga keasliannya.

"Berkreasi dalam kesenian jaran kepang itu boleh sebagai wujud dari ekspresi, tapi kita sebagai warga Temanggung punya kewajiban mempertahankan pakem asli Temanggung. Terimakasih kepada masyarakat Desa Mergowati yang masih bisa mempertahankan jaran kepang tertua asli Temanggung. Kehebatan warga Temanggung itu, karena daya kreasi dan budayanya, serta energi kreatifnya sangat besar, kebudayaanya juga beragam," tandasnya.(MC.TMG/ar;ekp)

Pencarian:

Komentar:

Top