Iklan Layanan Masyarakat

Menparekraf Sandiaga Uno Setuju Bangun Pola Wisata Borobudur-Liyangan

Kamis, 07 Okt 2021 09:32:21 647

Keterangan Gambar : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan Bupati HM Al Khadziq menghadiri acara Rembug Santai bersama pelaku wisata, desa wisata dan ekonomi kreatif di Kantor eks-Kawedanan Parakan, Rabu (6/10/2021) malam.


Temanggung, MediaCenter -  Bupati HM Al Khadziq dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri acara Rembug Santai dengan pelaku wisata desa wisata dan ekonomi kreatif Temanggung, di Kantor eks-Kawedanan Parakan, Rabu (6/10/2021) malam. Dari diskusi tersebut muncul berbagai gagasan terkait dunia pariwisata, salah satunya menggagas pola wisata Borobudur Magelang dengan Liyangan yang terletak di lereng Gunung Sindoro Kabupaten Temanggung. 

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno melihat Temanggung sebagai daerah yang sangat memiliki potensi untuk dikembangkan parisiwata dan ekonomi kreatifnya, karena langsung bersebelahan dengan destinasi super prioritas Borobudur. Dengan pembangunan jalan tol dengan hadirnya Yogya international airport, Temanggung harus bersiap-siap untuk menampung lebih dari 4 sampai 5 juta kunjungan wisatawan ke Borobudur.

"Borobudur adalah satu dari lima destinasi super prioritas dan kami sedang membangun pola perjalanan. Nah ceritanya Liyangan itu adalah mbah buyutnya  Borobudur ini menarik sekali. Menurut saya harus duduk bersama, karena dari laporan Bupati Temanggung juga memiliki banyak festival dan pelaku seni," kata Sandiaga. 

Menparekraf meminta semua pihak melakukan 3G, yakni gerak cepat, gerak bersama, dan garap semua potensi. Lantaran Temanggung sendiri merupakan daerah penyangga Borobudur sebagai destinasi super prioritas. Bahkan Temanggung juga berpotensi pada bidang pariwisata olahraga atau sport toursim.

"Harus kita buatkan peta perjalanan alternatif yang berkaitan dengan ecotourism atau pariwisata berbasis lingkungan hidup, pariwisata berbasis olahraga. Karena kita ingin segera membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif, apalagi ada kopi yang terbaik di Jawa, salah satunya ada di Temanggung, untuk membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya," imbuh Sandiaga.

Bupati mengatakan, Kabupaten Temanggung sejak dahulu memang telah menjadi pusat peradaban, pada abad 2 Masehi sudah ada Candi Liyangan, dan sampai sekarang terus tumbuh ada sekitar 1.750 kelompok seni tradisional, dengan 60 jenis kesenian, serta 92 destinasi wisata teregister. Bahkan sudah memiliki event internasional Java International Folklor Festival, yaitu pesta kesenian rakyat berkelas internasional. Namun, karena pandemi Covid-19 terpaksa harus dihentikan sementara dan kedepan Temanggung diharapkan menjadi Kota Festival.

"Kehadiran Bapak Menteri betul-betul memberikan semangat bagi Pemerintah Kabupaten Temanggung dan seluruh masyarakat untuk membenahi dan bangkit membangun destinasi-destinasi wisata dan membangun berbagai pertunjukkan seni dan budaya yang ada. Agar kedepan bisa mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya yang pada akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandas Bupati. (MC.TMG/ar;ekp)

Pencarian:

Komentar:

Top