Iklan Layanan Masyarakat

Bupati: PMII Harus Jago Komunikasi dan Negosiasi

Minggu, 17 Apr 2022 20:44:59 276

Keterangan Gambar : Bupati HM Al Khadziq menyampaikan materi dalam sarasehan yang digelar oleh PMII di Gedung PC Muslimat NU, Minggu (17/4/2022).


Temanggung, MediaCenter - Bupati HM Al Khadziq secara tegas meminta kepada kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),  untuk terus meningkatkan kemampuan, antara lain harus jago berkomunikasi, bernegosiasi, dan lobi. Tiga hal penting tersebut bahkan harus dilakukan dalam setiap pengkaderan. Pasalnya, sangat penting dan menentukan kualitas organisasi, kualitas diri hingga masa depan. 

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menjadi pembicara dalam Refleksi Harlah PMII ke-62 "Sarasehan, Sholawatan, Diskusi dan Buka Bersama" dengan tema:  Transformasi Gerakan Merawat Peradaban, di Gedung PC Muslimat NU Temanggung, Minggu (17/4/2022).

"Setiap kader PMII dididik menjadi pemimpin bangsa, maka jangan hanya diam di kampus. Belajar, diskusi iya, tapi juga harus bergerak ikut memikirkan dan yang paling penting bagi kader PMII adalah komunikasi, negosiasi, lobi. Karena tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan demo atau pressure, tapi sebelum pressure adalah kemampuan berkomunikasi dan dengan kemampuan berjejaring di era sekarang menjadi sangat penting," katanya.

Menurut Bupati, era sekarang itu adalah era kolaborasi kerjasama dan bukan kompetisi, maka kemampuan berkolaborasi dengan orang lain menjadi sangat penting. Maka hal ini harus dijadikan sebagai agenda bagi kader-kader PMII agar bisa hidup dan bertahan di dalam era yang sudah semakin berubah. 

"Sekarang perang saja sudah bukan face to face, sudah bukan head to head, tapi perang proxy atau menggunakan tangan orang lain. Sebab dunia sudah sangat berjejaring, sehingga tidak ada orang yang bisa berdiri independen, kader PMII juga tidak bisa berdiri independen," imbuhnya. 

Lebih lanjut Bupati menuturkan, bahwa kader PMII harus bisa menyebar untuk menguasai institusi penting, atau berkader untuk bisa memimpin institusi penting. Misalnya di birokrasi, maka warnai birokraasi dengan pola pemikiran cerdas, termasuk juga yang ingin menjadi politisi, berkarier di media massa, LSM, dunia usaha.

"Sekarang teknologi informasi media sosial harus dikuasai. Berikanlah peluang kepada setiap orang kader PMII untuk menjadi tokoh di berbagai bidang. Caranya ya itu tadi, harus bisa berkomunikasi, bernegosiasi, melakukan lobi, dan bisa ikut memikirkan dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa," pungkasnya.(MC.TMG/ary;ekp)

Pencarian:

Komentar:

Top