Iklan Layanan Masyarakat

Bantuan Siswa Miskin Dianggarkan 950 Juta

Jumat, 10 Sep 2021 17:08:28 548

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Temanggung Agus Sudjarwo


Temanggung, Media Center - Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Kabupaten Temanggung pada Tahun 2021 dianggarkan sebesar Rp 950 juta. Tetapi karena ada sebagian siswa yang ternyata terdaftar ganda sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP), sehingga terpaksa harus dikonfirmasi ulang. 

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung Agus Sudjarwo mengatakan, penerima BSM tidak boleh sebagai penerima di PIP. Maka itu siswa yang tercatat sebagai penerima ganda harus memilih sebagai penerima BSM atau PIP. 

"Yang memilih penerima PIP, maka akan dicoret dari daftar penerima BSM yang selanjutnya diganti siswa lain yang memenuhi syarat, namun belum terdaftar. Demikian sebaliknya," kata Agus Sudjarwo, Jumat (10/9/2021) di Temanggung. 

Ia mengatakan, berdasar catatan penerima BSM di Kabupaten Temanggung sebanyak 2.500 siswa dengan total bantuan Rp 950 juta. Dana itu dianggarkan pada APBD Kabupaten Temanggung Tahun 2021.

Dari penerima itu, terdiri dari siswa SD sebanyak 1.500 anak dan SMP sejumlah 1000 siswa. Siswa SD pertahun mendapat dana Rp 300 ribu, sedangkan SMP sebanyak Rp 500 ribu per tahun.

Agus mengatakan, berdasar catatan terakhir yang diterima, untuk siswa SD yang telah mencairkan  sebanyak 1.182 siswa dengan nilai Rp 354,6 juta dan SMP sebanyak 849 siswa dengan nilai Rp 424,5 juta.

"Total yang telah dicairkan sebanyak Rp 770,1 juta," terangnya.

Ia menyampaikan ada sekitar Rp 95,4 juta yang belum dicairkan yang teralokasi untuk siswa SD. Dana itu diperuntukkan untuk 318 siswa. Sedangkan untuk SMP sebanyak Rp 75,5 juta atau untuk 151 siswa. Maka itu ada dana sekitar Rp 170,9 juta yang belum dicairkan. 

Ditambahkan olehnya, petugas telah mengkonfirmasi pada siswa yang terdaftar sebagai penerima ganda. Sebab berdasar aturan tidak diperbolehkan menerima dua bantuan dari keuangan negara. Mereka harus memilih salah satu. Yang nanti dicoret harus diganti siswa calon penerima BSM lain, yang sesuai persyaratan. 

"Pencairan BSM tahap berikutnya, yakni yang belum menerima, akan dilakukan setelah perubahan APBD," pungkasnya. (MC.TMG/ai;ekp)

Pencarian:

Komentar:

Top