Iklan Layanan Masyarakat

98 Persen Pekerja di Temanggung Sudah Divaksinasi Covid-19

Sabtu, 20 Nov 2021 00:14:41 840

Keterangan Gambar : Dinas Perindustrian dan  Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung menyampaikan sebanyak 98 persen pekerja di kabupaten tersebut sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.


Temanggung, MediaCenter - Dinas Perindustrian dan  Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung menyampaikan sebanyak 98 persen pekerja di kabupaten tersebut sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19. 

Kepala Dinperinaker Temanggung Agus Sarwono mengatakan, 98 persen pekerja yang telah divaksinasi Covid-19 itu adalah dari 17.900 pekerja yang tercatat di Kabupaten Temanggung. 

"Pekerja itu dari perusahaan industri besar, sedang dan menengah," kata Agus Sarwono, Jumat (19/11/2021) di Temanggung.

Ia mengatakan, dua persen sisa pekerja yang belum divaksin, kini sedang ditarget selesai sebelum akhir tahun.  

Dikatakannya, cakupan 98 persen pekerja yang divaksinasi tersebut meliputi yang sudah mendapat suntikan pertama dan kedua. 

"Mereka yang divaksin dosis pertama, saat ini sedang dikejar untuk mendapatkan dosis kedua," terangnya. 

Sedangkan untuk dua persen yang belum mendapatkan vaksinasi, disampaikannya, karena berbagai sebab, seperti hamil atau punya komorbid. 

"Tetapi bagi yang telah bisa divaksin akan segera mendapatkan vaksinasi untuk terciptanya herd immunity dan terhindar dari paparan Covid-19" katanya.

Disampaikan, sejumlah perusahaan kini sedang melakukan suntikan vaksinasi dosis kedua. 

Suntikan dilakukan di tempat-tempat saat mendapatkan suntikan pertama, diantaranya di Polres Temanggung.

Disampaikannya vaksinasi pada pekerja telah turut andil dalam peningkatan perekonomian, sebab buruh sehat dan dapat bekerja, sementara kinerja perusahaan tidak tergganggu.

Ketua DPC Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan dan Pertanian Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FHUKATAN KSBSI) Temanggung, Wahyudi mengatakan ada sejumlah pekerja yang belum divaksinasi Covid-19. 

"Faktor komorbid atau hamil, sehingga ada pekerja belum menjalani vaksinasi Covid-19. Kami terus mendorong pekerja untuk ikuti program vaksinasi," kata Wahyudi.

Sejauh ini, katanya tidak ada penolakkan dari perusahaan dalam program vaksinasi Covid-19. Perusahaan justru antusias mengikutsertakan pekerja.  

"Dalam vaksinasi ada yang dikoordinir Polres, perusahaan atau pihak desa," tandasnya. (MC.TMG/ai;ekp)

Pencarian:

Komentar:

Top