Ket [Foto]: Hadapi Lanskap Global, Bupati Agus Setyawan Ingatkan Pentingnya Ketahanan Keluarga
Hadapi Lanskap Global, Bupati Agus Setyawan Ingatkan Pentingnya Ketahanan Keluarga
Temanggung, Media Center - Â Bupati Agus Setyawan, mengingatkan pentingnya ketahanan keluarga dalam menghadapi lanskap global yang sarat akan gejolak dan ketidakpastian. Di tengah disrupsi teknologi digital dan pergeseran nilai sosial yang masif, institusi keluarga dituntut menjadi benteng pertahanan utama agar Indonesia tidak terjerumus ke dalam bencana demografi.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Kantor Bupati Temanggung, Senin, (29/06/2026).
Dalam pidatonya, ia menegaskan, bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak dimulai dari bangku sekolah, melainkan sejak dari dalam rahim ibu.
"Kita berdiri di bangku peradaban modern yang bergerak cepat—sebuah era VUCA. Sebuah landscape global yang dipikirkan oleh gejolak atau perubahan cepat (volatility), ketidakpastian (uncertainty), kerumitan (complexity), dan kebingungan arah (ambiguity)," ujar Agus Setyawan di hadapan para peserta upacara.
Menurut Agus, disrupsi teknologi digital saat ini telah masuk tanpa permisi ke ruang-ruang domestik melalui gawai di genggaman anak-anak. Jika fondasi keluarga rapuh, arus zaman ini dinilai akan dengan mudah menggilas masa depan generasi penerus.
"Ketangguhan keluarga kini menjadi sebuah urgensi nasional yang berkorelasi linier dengan masa depan bangsa, sehingga keluarga menjadi salah satu peran penting dalam pertumbuhan anak," tandasnya.
Indonesia, lanjutnya, saat ini sedang berada di jendela peluang historis berupa bonus demografi. Kondisi ini dapat melejitkan posisi Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia, namun sekaligus menyimpan risiko besar, jika tidak dikelola dengan matang.
"Kondisi ini bisa berubah menjadi bencana demografi, ledakan pengangguran, dan runtuhnya stabilitas sosial, jika ledakan usia produktif ini tidak berkualitas. Oleh karena itu, transformasi kualitas sumber daya manusia tidak boleh ditunda," tuturnya menekankan.
Guna mengaktualisasikan visi Indonesia Emas 2045, Bupati menjabarkan tiga pilar utama pembangunan keluarga yang harus diperkuat yaitu Kesehatan, menuntaskan kasus stunting melalui pemenuhan gizi; kedua Pendidikan Anak, menjadikan rumah sebagai 'madrasah abad ke-21' untuk menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan kedisiplinan demi mencetak manusia yang adaptif, serta kolaboratif.
"Yang ketiga Ketahanan Mental, menjadikan keluarga sebagai pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien," ungkapnya.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperbarui paradigma terhadap institusi keluarga, keluarga bukan sekadar unit terkecil masyarakat, melainkan hulu dari segala kebijakan publik dan penentu arah pembangunan nasional.
"Mari kita bangun keluarga yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia di tengah tantangan era VUCA ini. Selamat Hari Keluarga Nasional, cintai keluarga dengan cinta yang terencana untuk membentuk keluarga berkualitas, Indonesia kuat, SDM unggul, dan bangsa pemenang," pungkasnya. (Tfa;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook