Ket [Foto]: RKPD 2027, Pemkab Temanggung Fokus Pertanian dan Pariwisata
RKPD 2027, Pemkab Temanggung Fokus Pertanian dan Pariwisata
Temanggung, Media Center - Bupati Agus Setyawan menegaskan, arah pembangunan Kabupaten Temanggung pada 2027 akan difokuskan pada penguatan sektor pertanian dan pariwisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Bupati dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 pada Jum'at (27/3/2026) di Graha Bhumi Phala.
Dalam sambutannya, Agus membuka dengan nuansa Idul Fitri. Ia mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, serta memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat.
“Semoga kebersihan hati dan kejernihan pikiran selama Ramadan membawa energi, serta semangat baru untuk bersama-sama membangun Temanggung,” ujarnya.
Agus menekankan, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, Musrenbang menjadi tahapan krusial dalam menyelaraskan perencanaan pembangunan tahunan dengan visi daerah, yakni “Temanggung untuk Semua” yang berkelanjutan, inklusif, dan aman.
Tema pembangunan diarahkan pada pengembangan sektor pertanian dan pariwisata, tanpa mengabaikan sektor lain yang mendukung keseimbangan pembangunan daerah.
“Pembangunan harus berorientasi pada hasil yang nyata dan terukur. Kebijakan yang dirumuskan harus berbasis bukti dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” lanjutnya.
Sejumlah indikator makro daerah, lanjutnya, menunjukkan capaian positif. Pertumbuhan ekonomi Temanggung tercatat 5,66 persen, melampaui rata-rata nasional dan provinsi. Tingkat pengangguran terbuka berada di angka 2,31 persen atau terendah kedua di Jawa Tengah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 72,52, sementara angka kemiskinan menurun menjadi 7,78 persen.
Meski demikian, Bupati yang akrab disapa Agus Gondrong ini mengingatkan, bahwa ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan efisiensi belanja pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, ia menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang efisien, efektif, dan berorientasi pada hasil.
"Dalam aspek infrastruktur, pemerintah daerah mengalokasikan sekitar 40 persen belanja untuk pembangunan pelayanan publik, meliputi jalan, jembatan, jaringan irigasi, hingga penerangan jalan," terangnya.
Selain itu, program rehabilitasi dan revitalisasi sekolah juga menjadi prioritas, mencakup puluhan titik untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Bupati berharap, Musrenbang RKPD 2027 mampu menghasilkan program prioritas yang selaras dengan visi daerah, kebijakan nasional, serta kebutuhan masyarakat.
“Partisipasi aktif seluruh pihak sangat dibutuhkan agar dokumen perencanaan yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan berdampak nyata,” tandasnya. (Tfa;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook