Ket [Foto]: Dinperinaker Buka Pelatihan Kerja Gelombang Dua, Seleksi Ketat Jaring 144 Peserta
Dinperinaker Buka Pelatihan Kerja Gelombang Dua, Seleksi Ketat Jaring 144 Peserta
Temanggung, Media Center - Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) resmi membuka program pelatihan kerja berbasis kompetensi gelombang kedua di Balai Latihan Kerja (BLK) Temanggung, Rabu (28/10/2026). Gelombang kali ini, sebanyak 144 peserta berhasil lolos seleksi ketat dari total 638 pendaftar yang masuk.
Plt. Kepala Dinperinaker Kabupaten Temanggung, Hendra Sumaryana, mengapresiasi antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Ia menekankan, bahwa para peserta yang terpilih merupakan orang-orang pilihan yang telah berhasil melewati berbagai tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara.
"Kalian ini adalah peserta terpilih dari 638 pendaftar. Melalui proses seleksi yang panjang dan ketat, akhirnya terpilih 144 orang. Ini kesempatan luar biasa, karena masih banyak warga di luar sana yang belum mendapat akses informasi atau belum berkesempatan lolos," ujar Hendra saat membuka acara di BLK Temanggung.
Pada pelatihan gelombang kedua ini, Dinperinaker menyiapkan sembilan kelas kejuruan spesifik yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan kewirausahaan daerah. Beberapa kejuruan yang dibuka diantaranya service sepeda motor, merias wajah, English for Frontliner, plate welder, pembuatan roti dan kue, menjahit pakaian dasar, barista kopi, practical office advance, hingga budidaya hidroponik.
Durasi pelatihan bervariasi, bergantung pada jenis kejuruan, yakni berkisar antara 18 hari, 23 hari, hingga 32 hari. Untuk menjaga fokus dan kualitas pembelajaran, Hendra menerapkan aturan ketat terkait kedisiplinan peserta selama berada di dalam kelas.
"Saya tegaskan kepada para instruktur, selama kelas berlangsung seluruh peserta tidak boleh menggunakan ponsel. Ponsel harus disimpan agar bisa fokus penuh terhadap materi teknis, maupun pembentukan mental kerja dapat diserap secara maksimal," tegas Hendra.
Program pelatihan yang difasilitasi oleh pemerintah daerah ini bertujuan untuk mengasah keterampilan teknis, serta membentuk etos kerja yang disiplin bagi para pencari kerja di Temanggung.
Melalui pembekalan ini, Pemkab Temanggung berharap, lulusan BLK tidak hanya siap diserap oleh Dunia Usaha dan Industri (DUDI), melainkan juga memiliki keberanian untuk membuka usaha mandiri yang dapat menyerap tenaga kerja baru di sekitarnya.
Rino (40) mengapresiasi pelatihan ini, karena sangat berguna ditengah-tengah dunia kerja yang membutuhkan keahlian khusus, soft skill saja tidak cukup, harus mempunyai hard skill yang diakui oleh lembaga.
"Terimakasih kepada Pemkab Temanggung dan Dinperinaker atas pelatihan ini. Saya berharap, setelah dari sini, bisa membuka lowongan kerja minimal bisa bekerja sesuai dengan skill yang didapat melalui pelatihan ini," tandasnya. (Tfa;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook