Ket [Foto]: Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Bupati Agus Setyawan Ajak Pemuda Teladani KH Subchi dan Mohammad Roem
Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Bupati Agus Setyawan Ajak Pemuda Teladani KH Subchi dan Mohammad Roem
?Temanggung, MediaCenter - Bupati Agus Setyawan mengajak generasi muda meneladani dua tokoh bangsa asal Parakan, KH Subchi dan Mohammad Roem. Pesan ini disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Temanggung, Rabu (28/10/2026).
?"Sebagai masyarakat Temanggung, kita patut bersyukur memiliki tokoh-tokoh yang mewariskan teladan perjuangan bagi bangsa. Dari Parakan, kita mengenal KH Subchi dan Mohammad Roem," tuturnya.
Bupati akrab disapa Agus Gondrong ini menyatakan, kedua figur tersebut merupakan cermin dari semangat tema nasional Hari Sumpah Pemuda tahun ini, yaitu “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
?Ia menjelaskan, KH Subchi yang dikenal sebagai Kyai Bambu Runcing menggerakkan semangat perjuangan rakyat pada masa revolusi kemerdekaan. Sementara Mohammad Roem berjuang melalui jalur diplomasi dan meja perundingan demi mempertahankan kedaulatan Indonesia.
?"Keduanya menunjukkan bahwa keberanian, kegigihan, dan kepedulian adalah nilai yang selalu dibutuhkan dalam setiap zaman. Semangat inilah yang perlu terus kita jaga di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman," tegasnya.
Bupati mengingatkan, bahwa tantangan anak muda masa kini sudah bergeser. Pemuda hari ini tidak lagi mengangkat senjata melawan penjajah, melainkan bertarung di era persaingan global, kemajuan teknologi, dan berbagai persoalan sosial.
?"Tantangan hari ini membutuhkan kreativitas, kerja keras, serta kepedulian. Dari Temanggung, mari kita tunjukkan bahwa pemuda mampu menjadi penggerak perubahan, penjaga persatuan, dan pembawa harapan bagi Indonesia," pungkasnya.
Sebagai informasi, KH Subchi merupakan ulama kharismatik asal Parakan, Temanggung, yang menggembleng dan mendoakan para pejuang Laskar Rakyat, serta TNI lewat tradisi sepuh Bambu Runcing pada masa Revolusi Kemerdekaan 1945–1949.
?Sementara, Mohammad Roem (lahir di Parakan, 16 Mei 1908) adalah diplomat ulung, tokoh Jong Islamieten Bond, serta memimpin delegasi Indonesia dalam Perjanjian Roem-Roijen tahun 1949 yang berhasil membebaskan kepemimpinan Soekarno-Hatta dan membuka jalan menuju penyerahan kedaulatan Indonesia. (Adt;Istw;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook