Ket [Foto]: Diundang NASA ke Amerika; Si Jenius Raya Pelajar Temanggung Makin Mendunia
Diundang NASA ke Amerika; Si Jenius Raya Pelajar Temanggung Makin Mendunia
Temanggung, MediaCenter - Perjuangan Anantacetta Reugra Abiraya, dalam berbagai olimpiade, mulai nasional hingga internasional tak sia-sia. Pasalnya, pelajar berprestasi kelas V sekolah dasar asal Kabupaten Temanggung ini kini seakan menuai hasil panen dari ketekunannya. Raya akan kembali membawa nama harum bangsa Indonesia di kancah internasional setelah mendapat undangan dari NASA (National Aeronautics and Space Admision) di Amerika Serikat.
Ajeng Primiana, ibu dari Raya mengatakan, keberangkatan ke Amerika Serikat dijadwalkan pada akhir Mei 2026 selama tujuh hari dengan didampingi orang tua. Selain itu, biasanya akan mendapat pendampingan dari perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri, kemudian kedutaan dan konsulat.
NASA sendiri merupakan badan pemerintah Amerika Serikat yang bertanggungjawab untuk program-program ilmiah dan teknologi, seperti aeronautika dan antariksa, yang terkenal denggan program penerbangan luar angkasa, seperti misi ke bulan, rover mars dan lain-lain. Tentu hal ini membuat bahagia Raya, yang telah mengantongi 70 medali kejuaraan olimpiade internasional dan puluhan lain tingkat nasional.
"Alhamdulillah, Raya mendapatkan undangan ke Amerika Serikat untuk mengikuti Olympiade Tesla dan berkesempatan pula mengunjungi NASA dan laboratorium penelitian di sana. Kalau undangannya akhir Mei ini, mohon doa restunya," ujar Ajeng saat ditemui Jumat (15/5/2026).
Sebelum diundang ke NASA, putranya menorehkan prestasi gemilang pada sebuah kompetisi internasional di Jepang, yakni IMOCSEA dan ISOCSEA, kemudian mendapat emas untuk lomba coding. Dari sinilah pintu terbuka bagi Raya mendapat kesempatan mengunjungi NASA dan laboratorium sains di Negeri Paman Sam tersebut.
Ajeng mengaku sangat bersyukur atas torehan putranya, yang sudah pada titik ini dengan prestasi kelas dunia. Raya telah mengoleksi kurang lebih 70-an medali tingkat internasional dan puluhan lain tingkat nasional hingga jumlahnya lebih dari 100 medali dari berbagai ajang, seperti olimpiade matematika, sains, coding, dan Bahasa Inggris. Berkat prestasinya pula, usai memenangi Gold Award Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO), IMOCSEA, ISOCSEA dan lain-lain, Raya berkesempatan diundang oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Namun, yang diperoleh Raya bukan hasil sim salabim, sebab perjuangannya tak semudah membalik telapak tangan. Sejak kelas 2 SD atau kurang lebih empat tahun terakhir ia berjuang keras untuk mengukir prestasinya. Di saat anak-anak lain menghabiskan waktu dengan bermain, ia rela belajar demi menggapai prestasinya. Namun, kini perjuangannya tidak sia-sia, meski ia sendiri mengaku masih harus terus belajar.
"Perjalanan prestasi Raya bukanlah hal instan, banyak sekali perjuangan kami tempuh mengikuti berbagai lomba dalam waktu empat tahun terakhir. Alhamdulillah, selain di Indonesia sudah mengikuti kompetisi di 15 negara dan berhasil mendapatkan 70 medali internasional," jelasnya.
Sebagai orang tua, Ajeng mempunyai tips dan trik agar seimbang antara belajar dan bermain, sehingga anak tidak merasa tertekan dan bisa menjaga moodnya dengan baik. Dengan begini, Raya tetap berprestasi tanpa harus kehilangan kebahagiaan masa kecil di mana dunia anak-anak yang lekat dengan waktu bermain bersama kawan-kawannya. Peran penting orang tua di sini dalam mendampingi bukan hanya sekadar mendorong prestasi akademik semata, tapi tak kalah penting menjaga kondisi psikologisnya.
"Anaknya sebenarnya senang belajar, tapi yang paling penting adalah menjaga mood-nya, karena mau lomba apapun baik nasional, maupun internasional itu pasti melelahkan, butuh usaha, perjuangan yang tidak gampang. Menjaga keseimbangan antara belajar dan kebahagiaan anak menjadi faktor penting agar Raya tetap konsisten berprestasi tanpa tekanan berlebih," tandasnya.
Raya mengaku senang dengan mendapatkan kesempatan ke NASA, karena hal itu akan menambah wawasannya. Ia penasaran dengan laboratorium yang ada di NASA seperti apa. Raya sendiri menuturkan walau sering disibukkan dengan belajar, les, mengikuti olimpiade tetap bisa bermain dengan kawan-kawannya, tentunya memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
"Ya, berangkatnya akhir Mei ini, tapi belum tahu ya seperti apa di sana. Nanti pengen lihat-lihat laboratoriumnya seperti apa. Kalau cita-cita sih pingin masuk Akpol (Akademi Kepolisian) supaya bisa melindungi negara," katanya, dengan senyum polos.(ary;ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook