Ket [Foto]: Sambangi Desa Gununggempol, Kementerian Lingkungan Hidup Dukung Gerakan Pilah Sampah dari Rumah
Sambangi Desa Gununggempol, Kementerian Lingkungan Hidup Dukung Gerakan Pilah Sampah dari Rumah
Temanggung, MediaCenter – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengapresiasi Kabupaten Temanggung sebagai salah satu potret inspiratif menjalankan program desa mandiri pengelolaan sampah. Hal ini tercermin dari Desa Gununggempol di Kecamatan Jumo yang dinilai berhasil mengintegrasikan tata kelola sampah berbasis partisipasi masyarakat hingga upaya konservasi sungai dan perlindungan satwa.
Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah KLH, Hanifah Dwi Nirwana, dalam audiensi di Pendopo Desa Gununggempol, Jumat (15/5/2026), mengungkapkan bahwa kunjungannya ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, dengan Bupati Temanggung Agus Setyawan di Jakarta beberapa waktu lalu. Ketika itu, Bupati menceritakan, bahwa Temanggung telah menginisiasi gerakan pilah sampah dari rumah yang kini menjadi isu nasional.
"Sejak pertemuan itu, pokoknya suatu saat saya harus ke sana. Alhamdulillah, hari ini saya bisa datang ke Desa Ketitang dan Gununggempol yang luar biasa ini. Karena setiap kali mendampingi Pak Menteri bertemu dengan para kepala daerah, saya selalu mengendorse soal kegiatan pilah sampah dari rumah yang sekarang lagi booming jadi gerakan nasional," ungkapnya.
Menurut Hanifah, kehadiran tim KLH di Temanggung bertujuan untuk mempelajari secara mendalam bagaimana membangun "nawaitu" atau niat kolektif masyarakat dalam mengelola lingkungan. Pihaknya ingin mengetahui upaya membangun kesadaran, antusiasme, partisipasi, hingga tanggung jawab masyarakat dalam tata kelola sampah.
Ia menjelaskan, bahwa saat ini KLH tengah melakukan pendampingan di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang mencakup puluhan ribu desa. Keberadaan desa-desa seperti Gununggempol diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan sampah nasional.
"Kami harapkan, ada lebih banyak desa yang mereplikasi gerakan seperti ini sesuai dengan potensinya masing-masing, maka persoalan sampah di tingkat nasional tentu akan selesai. Karena yang paling penting itu soal endurance alias ketahanan untuk terus menerus tanpa lelah mengajak masyarakat mengelola sampah secara progresif," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Agus Setyawan menjelaskan, bahwa pemerintah daerah terus berupaya mentransformasi sistem pengelolaan sampah dari hulu. Hingga saat ini, Temanggung telah memiliki 136 Desa Mandiri Sampah yang didukung oleh 51 unit TPS 3R dan 121 Bank Sampah.
"Insyaallah, kita akan bersama-sama menjalankan penanganan sampah ini, walaupun masih ada permasalahan, khususnya di tingkat hilir (Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Sanggrahan)," pungkasnya. (Adt;Istw;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook