Ket [Foto]: Bupati Agus Setyawan: Kearifan Lokal Bahasa Jawa Perkuat Pembentukan Karakter Siswa
Bupati Agus Setyawan: Kearifan Lokal Bahasa Jawa Perkuat Pembentukan Karakter Siswa
Temanggung, MediaCenter – Bupati Agus Setyawan, mengajak para pendidik untuk kembali membiasakan penggunaan bahasa Jawa di lingkungan sekolah. Harapannya, bahasa Jawa bukan sekadar menjaga tradisi bicara. Namun, salah satu sarana dalam mendidik budi pekerti, serta menanamkan rasa saling menghargai antar sesama.
Hal tersebut, ia sampaikan dalam acara Sarasehan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bertajuk “Penguatan Karakter Berbasis Kearifan Lokal dengan Penggunaan Bahasa Jawa” di Pendopo Kecamatan Candiroto, Rabu (6/5/2026).
“Bahasa Jawa itu bagian penting dari jati diri kita. Bukan sekadar berbicara lisan. Maka, kearifan lokal ini harus terus kita uri-uri (rawat). Karena berbahasa yang baik kui ora nglarani wong liyo, kui ngewongke wong (tidak menyinggung perasaan orang lain, itu bagian dari memanusiakan manusia_red)," pesan Bupati Agus.
Suradi, guru bahasa Jawa dari SMPN 4 Temanggung mengungkapkan, bahwa karakter asli orang Jawa itu andhap asor (rendah hati), tepa selira (tenggang rasa), hingga gotong royong. Namun, nilai-nilai budaya luhur tersebut tidak akan meresap, jika hanya diajarkan di dalam kelas tanpa contoh nyata dari para pendidik.
“Kunci utamanya ada pada paring tuladha (memberi teladan) dan ngulinake (membiasakan). Guru harus lebih dulu mempraktikkan tutur kata yang santun sebelum meminta siswanya melakukan hal yang sama,” ungkapnya.
Salah satu contoh nyata dilakukan di SDN 2 Klepu, Kecamatan Pringsurat, melalui program “Semboja” (Saben Dino Kamis Matur Basa Jawa). Program ini mengajak semua orang di sekolah untuk berbicara bahasa Jawa halus setiap hari Kamis. Kebiasaan itu dimulai sejak pagi hari saat siswa menyalami guru di depan gerbang sekolah.
"Sudah berjalan hampir tiga tahun. Tantangan sederhananya, anak lebih mudah bilang ‘iya’ ketimbang 'inggih'. Minimal ini sebagai cara menambah kosakata anak-anak berbicara bahasa Jawa alus sejak dini," tutur Kepala SDN 2 Klepu, Siti Khoidah.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan “Deklarasi Candiroto” oleh Bupati bersama perwakilan Komisi D DPRD, Dindikpora, dan Dewan Pendidikan. Deklarasi ini memuat dua poin utama, yakni penegasan pentingnya penguatan adab dan karakter, serta menjadikan kearifan lokal sebagai dasar pembentukan karakter melalui penggunaan bahasa Jawa. (Adt;Istw;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook