Jadi Magnet Wisata, Nyadran Ageng Bhumi Phala Dongkrak Geliat Ekonomi Sekitar
Ket [Foto]: Jadi Magnet Wisata, Nyadran Ageng Bhumi Phala Dongkrak Geliat Ekonomi Sekitar

Jadi Magnet Wisata, Nyadran Ageng Bhumi Phala Dongkrak Geliat Ekonomi Sekitar

 

Temanggung, MediaCenter – Agenda Nyadran Ageng Bhumi Phala yang mengusung tema "Slametan Olah Tetanen lan Mbangilun Bareng" yang digelar perdana di kawasan Rest Area Kledung pada Sabtu (2/5/2026) pagi, terbukti menjadi magnet tersendiri lantaran mampu menarik animo ribuan masyarakat untuk berdatangan.

Tak hanya dari Kabupaten Temanggung saja, namun warga luar daerah pun turut hadir untuk menyaksikan pagelaran akbar tradisi dan seni budaya ini. Dampaknya, perekonomian sekitar juga menggeliat. Para pedagang hingga pemilik homestay pun turut merasakan dampaknya.

Fikoh (40), penjual kopi dan makanan tradisional di Rest Area Kledung mengaku seperti mendapat "pulung" (keuntungan_red), dengan adanya acara ini. Dagangan makanan dan minuman yang ia jajakan laris manis, dengan meraup omset berkali lipat dari hari biasanya.

"Alhamdulillah omset dagangan saya naik. Pagi baru buka langsung diserbu pembeli,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan pelaku penggerak wisata Kecamatan Kledung, Basori Setyawan (48). Adanya "Nyadran Ageng Bhumi Phala” ini membuat homestay warga banyak dipesan tamu-tamu dari luar daerah dengan rentang biaya sewa antara Rp 300 ribu-Rp 900 ribu per malam, tergantung kelas dan fasilitas.

Selain itu, libur panjang berdampak pula pada peningkatan minat pendaki Gunung Sindoro yang mencapai lebih dari seribu orang per hari.

"Jadi sebelum acara ini banyak tamu dari luar kota, seperti Jakarta pada memesan kamar, kalau hari biasa paling 50, nah saat ini 100 lebih homestay terpesan. Ke depan kita ingin galakkan Kledung sebagai destinasi wisata paru-parunya wisata Kabupaten Temanggung dengan kolaborasi seni, budaya, alam, pertanian," katanya.

Guna menarik minat pengunjung, lanjut Basori, pada tanggal 1,2,3 Mei 2026 diadakan pula "diskon geden-gedenan" untuk homestay, kuliner, tempat wisata, dari 10% sampai 30%.

Trik ini mampu memikat minat masyarakat untuk datang, masih ditambah pula dengan kopi gratis di hari Jum'at dari beberapa stand kopi. Ke depan, ia berharap kegiatan ini dikonsep lebih matang lagi, kolaborasi antara Pemkab dengan kecamatan, hingga bisa mendatangkan turis asing.

Bupati Agus Setyawan menuturkan, "multiplier effect" dari kegiatan ini pasti ada, sebab seolah menjadi mesin ekonomi arus bawah. Adanya "Nyadran Ageng Bhumi Phala" mampu menarik animo masyarakat luas.

"Ya itu pasti, ketika ini menjadi destinasi, "multiplier effect" dari sebuah kerumunan, yang datang dari luar daerah akan berimbas positif terhadap pertumbuhan ekonomi bagi warga Kledung dan sekitarnya. Tak hanya Desa Kledung saja, tapi ruasan jalur ini pasti akan ada dampak ekonominya, juga untuk menggeliatkan wisata di Kabupaten Temanggung," terangnya.

Restu (42), warga Kaloran sengaja datang dengan keluarga untuk menonton gelaran acara ini. Menurutnya, acara ini sangat menarik apalagi ditopang keindahan alam yang luar biasa di ceruk Sumbing-Sindoro, maka jika dikolaborasikan dengan seni budaya sangat bagus.

“Semoga even ini bisa menjadi agenda rutin agar para wisatawan juga betah untuk berlama-lama di Temanggung,” harapnya. (Ary;Istw;Ekp)

Jadi Magnet Wisata, Nyadran Ageng Bhumi Phala Dongkrak Geliat Ekonomi Sekitar
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook