Ket [Foto]: DKPPP Perkuat Penanganan dan Langkah Antisipatif di Tengah Perubahan Iklim Global
DKPPP Perkuat Penanganan dan Langkah Antisipatif di Tengah Perubahan Iklim Global
Temanggung, MediaCenter— Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) terus melakukan langkah antisipatif dan penanganan, menyusul adanya tekanan pada sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi dan cengkeh.
Kabid Perkebunan dan Hortikultura DKPPP Kabupaten Temanggung, Sumarno menyampaikan, produksi kopi tahun 2026 diperkirakan mengalami penurunan, akibat pengaruh iklim pada tahun sebelumnya.
“Fenomena kemarau basah saat fase pembungaan menyebabkan banyak bunga kopi rontok. Dampaknya, produksi tahun ini diperkirakan turun sekitar 15–20 persen dari capaian tahun lalu yang mencapai 9.600 ton,” terangnya, Senin (20/4/2026).
Selain kopi, komoditas cengkeh juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Saat ini, tanaman cengkeh di Temanggung menghadapi serangan penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC) yang berpotensi menurunkan produktivitas.
Menurut Sumarno, penyakit tersebut menyerang jaringan pembuluh tanaman hingga menyebabkan kematian pohon secara bertahap.
“Ini menjadi kendala utama di lapangan, karena banyak tanaman mati akibat serangan dari dalam batang,” jelasnya.
Berdasarkan data statistik perkebunan, luas lahan cengkeh di Temanggung tercatat 208,53 hektare dengan produksi mencapai 56,72 ton. Namun demikian, angka tersebut berpotensi menurun apabila penyebaran penyakit tidak segera dikendalikan. Untuk wilayah Utara, luas lahan cengkeh aktif diperkirakan sekitar 25 hektare.
Pemkab Temanggung melalui DKPPP terus mendorong berbagai upaya penanganan, diantaranya rehabilitasi lahan melalui penanaman ulang, pengendalian penyakit dengan metode ramah lingkungan, serta pemangkasan tanaman yang terinfeksi.
Selain itu, petani juga didorong untuk melakukan diversifikasi tanaman guna menjaga stabilitas pendapatan. Pemerintah berharap, langkah-langkah ini mampu menjaga keberlanjutan sektor perkebunan, serta melindungi kesejahteraan petani di tengah tantangan perubahan iklim global dan serangan penyakit. (Aiz;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook