Ket [Foto]: Djarum Sosialisasikan Program Sanitasi Terpadu di Pandemulyo, Target 100 Jamban di 2026
Djarum Sosialisasikan Program Sanitasi Terpadu di Pandemulyo, Target 100 Jamban di 2026
Temanggung, MediaCenter — Program sanitasi terpadu dari Djarum mulai disosialisasikan di Desa Pandemulyo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses sanitasi layak serta penguatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
General Manager Community Development Djarum, Achmad Budiharto, menyampaikan bahwa Pandemulyo merupakan desa keempat di Temanggung yang menjadi sasaran program tersebut, setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Rowo, Pendowo, dan Samiranan.
“Program ini merupakan bagian dari bakti sosial Djarum untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara umum, khususnya melalui pemahaman pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga dukungan infrastruktur sanitasi. Setelah masyarakat memiliki pemahaman yang baik, Djarum akan membantu penyediaan sarana, seperti pembangunan jamban bagi warga yang belum mampu, serta fasilitasi akses air minum aman melalui sambungan PDAM sesuai kebutuhan.
Untuk Kabupaten Temanggung, tahun 2026, Djarum menargetkan pembangunan sekitar 400 unit jamban individu dan air minum aman di empat desa. Khusus Desa Pandemulyo, direncanakan pembangunan 100 jamban individu aman.
“Harapannya, dengan fasilitas yang lebih baik, masyarakat bisa hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” tambahnya.
Ketua Tim Kerja Penyehatan Lingkungan dan Pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Sugiharti, menilai program sanitasi terpadu Djarum di Desa Pandemulyo sangat baik dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat.
“Program ini sangat baik, karena bertujuan meningkatkan perubahan perilaku masyarakat agar menjadi lebih sehat. Selain itu, juga menciptakan sarana sanitasi aman dan air minum yang aman di Kabupaten Temanggung,” ujarnya.
Menurutnya, program ini akan berdampak pada penurunan kasus penyakit berbasis lingkungan, sekaligus mendukung upaya pengurangan stunting di Kabupaten Temanggung.
“Harapan kami, masyarakat bisa mendukung dan berpartisipasi aktif, karena program ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan penuh dari masyarakat. Dibutuhkan keaktifan mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan,” tegasnya. (SV; Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook