DPRKPLH Temanggung Genjot Hunian Lewat Aplikasi E-Rusunawa
Ket [Foto]:

DPRKPLH Temanggung Genjot Hunian Lewat Aplikasi E-Rusunawa

Temanggung, Media Center - Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) terus mendorong optimalisasi hunian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa).

Terdapat enam Rusunawa di Kabupaten Temanggung, diantaranya Rusunawa Kranggan 1, Kranggan 2, Kertosari, Parakan Kauman, Parakan Wetan, dan Manggong-Ngadirejo. Dari Rusunawa tersebut, tingkat keterisian rata-rata mencapai 57,4 persen atau 256 kamar hunian terisi dari total 446 hunian.

“Kondisi Rusunawa semuanya baik, tetapi untuk Kranggan 1 memang rusak berat dan hanya terisi 13 persen. Ini yang sedang kami evaluasi dan akan kami laporkan untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap Kepala DPRKPLH Temanggung, Dwi Sukarmei, Kamis (5/3/2026).

Rusunawa dengan tingkat hunian tertinggi, lanjut Dwi Sukarmei, adalah Parakan Kauman, yakni mencapai 95,6 persen atau 95 kamar terisi dari 99 hunian. Disusul Kertosari sebesar 84 persen dan Manggong-Ngadirejo terisi 83,3 persen.

Sementara itu, Rusunawa khusus warga lajang di Parakan Wetan, masih memiliki peluang besar. Dari 114 unit, baru 46 kamar terisi atau sekitar 40,35 persen.

"Yang Rusunawa lajang ini diperuntukkan bagi warga bekerja yang belum berkeluarga. Khusus tipe ini di Parakan Wetan, diperbolehkan bagi KTP luar Temanggung dengan syarat tertentu," lanjutnya.

Untuk meningkatkan keterisian, DPRKPLH menghadirkan aplikasi E-Rusunawa.

“Tidak perlu datang ke kantor. Cukup lewat aplikasi, masyarakat bisa mengetahui kamar mana yang kosong dan apa saja persyaratannya,” ujar Dwi.

Tarif sewa Rusunawa di Kabupaten Temanggung, mulai Rp 182 ribu hingga Rp 350 ribu per bulan.

Adapun Rusunawa rumah tangga di Manggong dan Kranggan 2 unit sudah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Diantaranya tempat tidur, dua kamar, meja kursi tamu, hingga meja makan. Kemudian, masa sewa Rusunawa minimal tiga bulan dan maksimal empat tahun.

DPRKPLH menargetkan, minimal 60 persen hunian terisi dengan baik pada tahun 2026. Dengan inovasi digital dan sosialisasi masif, optimisme tersebut dinilai realistis dan mampu menyumbang PAD. (Fir;Ekp)

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook