Ket [Foto]: Kemitraan Jadi Kunci, Petani Diimbau Jaga Kualitas Tembakau Temanggung
Kemitraan Jadi Kunci, Petani Diimbau Jaga Kualitas Tembakau Temanggung
Temanggung, MediaCenter– Praktik budidaya tembakau tanpa campuran bahan tambahan, seperti gula dan zat kimia terus didorong di Kabupaten Temanggung. Perusahaan rokok, seperti PT Jarum telah menyatakan sikap membeli tembakau murni atau tembakau jawa.
Perwakilan PT Jarum, Dawam mengatakan, telah menjadi kebijakan dari perusahaan untuk membeli tembakau murni, yakni tembakau dalam pengolahan tanpa dicampur dengan bahan asing.
"Kami dari Jarum membeli tembakau murni, olahan tanpa campuran gula dan zat kimia lain," kata Dawam, dalam pertemuan dengan petani beberapa waktu lalu.
Dikatakan, sebagai salah satu langkah pemurnian sebagai bahan pasokan industri di PT Jarum, pihaknya meluncurkan program kemitraan dengan petani. Di Temanggung menggandeng 1057 petani dengan luasan 850 hektare.
"Ini pada kisaran 6-7 persen dari total luasan tanam di Temanggung," jelasnya.
Ia menjelaskan, melalui kemitraan petani dilatih budidaya tembakau yang terbaik untuk hasil optimal dan pada akhirnya bisa terbeli PT Jarum, serta meningkatkan kesejahteraan.
Bupati Agus Setyawan mengatakan, Pemkab Temanggung terus mendorong petani dalam budidaya tembakau dengan kualitas benih terbaik, serta pengolahan murni tidak dicampur bahan lain.
"Pemkab sediakan benih Kemloko, gratis bagi petani. Pengolahan juga harus murni tidak dicampur bahan-bahan," jelasnya.
Ia menyatakan, perusahaan untuk konsisten dalam membeli tembakau rakyat, yakni hanya membeli yang murni sesuai dengan kriteria perusahaan. Jangan menerima yang ada campurannya.
Jika memang menerima tembakau olahan campuran, maka harga tembakau murni atau tembakau Jawa harus lebih mahal.
Seorang petani, Yamuhadi (45) mengatakan skema kemitraan, petani tidak hanya mendapatkan kepastian pasar, tetapi juga edukasi terkait standar budidaya yang benar.
“Memang masih ada sebagian kecil yang menambahkan bahan lain. Tapi dengan kemitraan ini, kami memberikan pemahaman agar kualitas tembakau Temanggung tetap terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, kemitraan juga membuka peluang bagi petani untuk menghasilkan tembakau dengan kualitas tinggi. Meski saat ini belum semua kerja sama disertai kontrak harga yang pasti, pola ini dinilai tetap menguntungkan, karena hasil panen lebih terarah sesuai kebutuhan industri.
Sementara itu, dari sisi harga, Yamuhadi menyebutkan pada musim tanam tahun lalu, harga tembakau tertinggi di tempat tinggalnya, wilayah Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, mencapai Rp 85 ribu per kilogram untuk grade terbaik. Namun secara rata-rata, harga dari berbagai grade berada di kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.
Ia berharap, dengan perbaikan kualitas melalui kemitraan, harga tembakau ke depan bisa lebih stabil dan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani. (Aiz;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook