Ket [Foto]:
Embung Geblog Kaloran, Harapan Baru Petani Temanggung
Temanggung, MediaCenter – Pagi yang cerah menyelimuti Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi yang didampingi Bupati Agus Setyawan, meresmikan Embung Geblog, Senin (23/2/2026).
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine yang dilakukan Gubernur, Bupati dan sejumlah pejabat yang ada. Usai itu, dilakukan penanaman bibit pohon durian di sekitar embung.
Embung Geblog berada di perbukitan dengan hamparan lahan pertanian yang ditanami durian, kopi dan hortikultura di sekitarnya. Embung ini menjadi simbol harapan baru bagi petani setempat, sekaligus langkah nyata menuju swasembada pangan 2025/2026.
Ahmad Luthfi menegaskan, pentingnya penguatan infrastruktur pertanian, khususnya irigasi, sebagai fondasi ketahanan pangan. Menurutnya, roadmap swasembada pangan telah disusun berjenjang dari tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten/kota.
“Negara yang kuat adalah negara yang pangannya kuat, berdiri di kaki sendiri,” ujarnya.
Hingga triwulan awal tahun ini, produksi gabah Jawa Tengah tercatat hampir mencapai 3,9 juta ton per Maret.
Angka tersebut, akan terus diperkuat melalui pembangunan infrastruktur pendukung, mulai dari embung hingga perbaikan jalan guna memperlancar distribusi hasil panen.
Ia juga menyebut, pembangunan embung akan diperluas ke sejumlah daerah, seperti Banjarnegara dan Kendal. Secara ideal, setiap dua kecamatan diharapkan memiliki satu embung untuk memastikan ketersediaan air bagi pertanian, terutama saat musim kemarau.
“Gunakan embung ini untuk masyarakat sekitar. Semakin makmur desa, semakin makmur kabupaten, dan semakin makmur provinsinya,” tandasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa pembangunan Embung Geblog berawal dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan suplai air untuk mengairi perkebunan saat kemarau panjang.
Embung ini dibangun dengan konstruksi tulangan besi dan pondasi 20 x 20 sentimeter, memanfaatkan tanah asli yang dipadatkan sebagai struktur dasar, serta dilapisi geomembran setebal 1,5 milimeter untuk mencegah kebocoran.
Dengan luas dasar sekitar 4.131 meter persegi, luas muka air maksimal 4.953 meter persegi, dan kapasitas tampung hingga 18.143 meter kubik, embung ini diharapkan mampu menjadi penopang utama kebutuhan air pertanian setempat.
Tak hanya sebagai penyedia air irigasi, Embung Geblok juga dirancang multifungsi. Selain mendukung konservasi sumber daya air, kawasan ini berpotensi menjadi destinasi wisata lokal, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya UMKM masyarakat sekitar.
Bagi warga Desa Geblog, embung ini bukan sekadar bangunan infrastruktur, melainkan harapan akan panen yang lebih terjamin dan masa depan desa yang semakin sejahtera. (Aiz:Istw;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook