Ket [Foto]: Saat Kota Terlelap, Polisi Berjaga Demi Sahur yang Damai
Saat Kota Terlelap, Polisi Berjaga Demi Sahur yang Damai
Temanggung, MediaCenter – Dini hari di Simpang Empat Terminal Madureso masih diselimuti udara sejuk ketika lampu-lampu rotator biru mulai menyala, Kamis (19/2/2026) pukul 03.00 WIB. Di tengah suasana hening menjelang sahur, personel gabungan dari Polres Temanggung bersiap menyusuri jalanan kota.
Ramadan 1447 H menjadi momentum bagi aparat untuk memastikan ketenangan warga tetap terjaga. Patroli gabungan ini difokuskan mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas, terutama aksi perang sarung yang dalam beberapa tahun terakhir kerap meresahkan masyarakat.
Kapolsek Kaloran, AKP Muh Yasin memimpin langsung apel dini hari itu. Personel dari Polsek Pringsurat, Polsek Kranggan, dan Polsek Kaloran yang tergabung dalam Rayon 1 tampak berbaris rapi sebelum bergerak menyisir sejumlah titik rawan.
“Kami ingin setiap keluarga di Temanggung bisa menikmati waktu sahur dengan hati tenang tanpa rasa was-was. Kehadiran petugas di lapangan adalah bentuk pencegahan agar situasi tetap damai dan ibadah puasa berjalan khusyuk,” ujar Muh Yasin, Sabtu (21/2/2026).
Usai apel, kendaraan patroli bergerak perlahan menyusuri jalur protokol dan kawasan yang selama ini menjadi perhatian. Beberapa lokasi yang kerap dijadikan ajang balap liar, peredaran minuman keras, hingga titik berkumpulnya remaja langsung dipantau.
Istilah “kreak”, sebutan warga untuk kenakalan remaja yang mengarah pada tindakan meresahkan, menjadi salah satu perhatian utama. Begitu pula dengan potensi perang sarung yang sering muncul menjelang sahur sebagai ajang unjuk keberanian di kalangan remaja.
Patroli kemudian dilanjutkan dengan Blue Light Patrol (BLP). Lampu biru yang menyala di kendaraan dinas bukan sekadar simbol, melainkan pesan, bahwa negara hadir menjaga ketertiban. Di beberapa titik, petugas berhenti sejenak untuk berdialog dengan warga dan memberikan imbauan secara humanis.
Bagi masyarakat, kehadiran polisi di jam-jam rawan seperti itu membawa rasa aman tersendiri. Suara kendaraan patroli yang melintas menjadi penanda, bahwa sahur dapat dijalani tanpa gangguan.
Menurut Muh Yasin, kegiatan cipta kondisi ini akan terus dilakukan sepanjang Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kami berharap, potensi gangguan kamtibmas bisa ditekan seminimal mungkin. Ramadan adalah bulan penuh berkah, sudah seharusnya kita jaga bersama,” tuturnya.
Melalui patroli rutin dan pendekatan persuasif, Polres Temanggung mengajak seluruh elemen masyarakat turut menjaga ketenangan. Sebab, suasana Ramadan yang damai bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan komitmen bersama seluruh warga Kabupaten Temanggung. (Aiz;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook