Ket [Foto]: Pentingnya Mewariskan Seni dan Budaya Tradisional Bagi Anak-Anak
Pentingnya Mewariskan Seni dan Budaya Tradisional Bagi Anak-Anak
?Temanggung, Media Center - Di tengah derasnya arus informasi dari berbagai penjuru dunia yang masuk ke Indonesia melalui kemajuan teknologi, masih menyisakan kekhawatiran akan lunturnya pemahaman seni dan budaya tradisional, khususnya di kalangan generasi muda.
?
?Untuk itu, terus didorong semua pihak agar bergotong royong menjaga keluhuran budaya sebagai identitas bangsa dengan menjaga dan melestarikan kebudayaan di negeri sendiri.
?
?Salah satu caranya adalah dengan mewariskan cinta seni budaya kepada anak-anak dan remaja. Karena mereka lah yang akan menjadi generasi penerus bangsa di masa depan.
?
?Itulah yang dilakukan RA Masyithoh 1 Parakan, Kabupaten Temanggung, yang mengenalkan anak didiknya tentang budaya tradisi dengan menggelar grebeg bertajuk "Merawat Tradisi, Menebar Manfaat Menuju Generasi Berlian Berakhlak Mulia".
?
?"Ini penting untuk mengenalkan seni dan budaya pada anak sedini mungkin sebagai salah satu upaya membentuk karakter anak. Dengan begitu kepribadian dan karakter kita sebagai bangsa Indonesia akan tumbuh," kata Ketua Pengurus Yayasan RA Masyithoh 1 Parakan, Air Titik Wardhani, Kamis (19/2/2026).
?
?Menurutnya, pendidikan seni dan budaya wajib diberikan kepada setiap pelajar sejak usia dini untuk membentengi mereka dari budaya luar. Apalagi saat ini budaya asing, khususnya barat dinilai sudah berhasil mempengaruhi para pelajar Indonesia.
?
?"Kita tidak boleh meninggalkan dan melupakan kearifan lokal budaya dan seni," tambahnya.
?
?Puncak acara ditandai dengan kirab budaya, di mana para siswa, guru, dan orang tua mengarak gunungan hasil bumi, mulai dari sayuran hingga jajanan tradisional, mengelilingi kota Parakan sebagai wujud syukur, karena selama 60 tahun berdiri telah banyak mencetak prestasi, baik akademik, maupun non akademik.
?
?Setelah diarak, gunungan tersebut kemudian didoakan bersama sebagai bentuk syukur, lalu dibagikan kembali kepada wali murid dan warga sekitar. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari tari-tarian tradisional hingga mencicipi makanan tradisional.
?
?"Agar anak-anak tidak lupa dengan budaya aslinya. Kami ingin menanamkan rasa cinta budaya Jawa, nguri-uri budaya, agar kebiasaan baik dan sopan santun Jawa tetap lestari, sekaligus wujud syukur dan kebersamaan," tandasnya. (Fir;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook