Ket [Foto]: Kisah di Balik Layar HUT ke-51 PSM Jateng, Saat Pengabdian Berbalas Proteksi
Kisah di Balik Layar HUT ke-51 PSM Jateng, Saat Pengabdian Berbalas Proteksi
Brebes, MediaCenter – Suasana Pendopo Kabupaten Brebes pada akhir pekan kemarin terasa sangat berbeda. Riuh rendah tawa, sapaan hangat, dan derap langkah ratusan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah berkumpul menjadi satu dalam momen sakral Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 PSM.
Di bawah satu bendera kebersamaan, mereka menggemakan satu komitmen yang sama: "IPSM Jawa Tengah: Small is Beautiful! Bekerja, Bergerak, Berdampak!"
Di tengah lautan seragam kader, tampak rombongan kompak IPSM Kabupaten Temanggung turut merapatkan barisan.
Dipimpin langsung oleh sang Ketua, Setyo Sumaryanto, dan didampingi sosok sesepuh H. Sanyoto, para pengurus teras seperti Sri Setyaningsih, Muhammad Nur, Nyumbang, Yani Setyani, dan Suherman hadir dengan membawa satu misi: memastikan suara masyarakat Temanggung ikut bergaung di panggung provinsi.
Acara ini juga dihadiri langsung dan mengikuti sarasehan satu bus perwakilan PSM Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sabtu (18/7/2026) malam, menjadi awal dari aliran cerita yang sarat emosi. Dipandu oleh akademisi Universitas Wijayakusuma Purwokerto, Dr. Esti Ningrum, ruang Sarasehan Nasional malam itu mendadak hening, lalu riuh oleh tepuk tangan saat aspirasi murni dari lini depan pelayanan satu per satu tumpah ke permukaan.
Dengan suara bergetar, namun tegas, delegasi PSM Purwokerto menitipkan pesan besar kepada Presiden Prabowo Subianto agar Program Permakanan bagi lansia sebatang kara dan disabilitas terus dilanjutkan. Di sudut lain, PSM Pemalang menyuarakan getirnya perjuangan mereka dalam menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta peliknya menembus akurasi data desil kemiskinan pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Seolah melengkapi jeritan lapangan tersebut, PSM Boyolali maju mengusulkan sebuah kebutuhan mendesak: "Beri kami satu ambulans operasional di setiap Kabupaten/Kota, agar kami bisa bergerak cepat saat masyarakat sekarat!"
Jeritan tanpa pamrih itu tidak bertepuk sebelah tangan. Malam itu, air mata haru dan senyum lega merebak di ruangan saat Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, berdiri memberikan jawaban yang paling dinantikan.
Dengan penuh ketegasan, Imam Maskur mengumumkan kabar baik yang langsung mengunci komitmen daerah: "Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi dedikasi luar biasa para kader PSM. Sebagai wujud perlindungan nyata, kami berkomitmen untuk memberikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara bertahap kepada seluruh kader PSM se-Jawa Tengah.
”Hal ini krusial untuk memproteksi dan memberikan rasa aman bagi para petugas saat berhadapan dengan risiko di lapangan," ucapnya disambut gemuruh tepuk tangan peserta.
Komitmen itu langsung dikunci dengan janji penguatan data oleh Deputi Bidang Percepatan Fasilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan BP Taskin, Dr. Zaidirina.
Sementara itu, H. Dian Alex Chandra yang hadir selaku Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) nasional ikut menguatkan sinergi ini. Bersama mereka, hadir pula H. Bambang Eko Purnomo, selaku Owner BEP Army. Ia mendampingi pemaparan, serta menyalurkan bantuan keagamaan di sela-sela forum.
"Sebagai lembaga baru yang diamanahkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, BP Taskin akan terus bergerak menyisir keberadaan masyarakat kurang mampu dan miskin secara presisi. Kami membutuhkan sinergi kuat dari rekan-rekan PSM sebagai mata dan telinga pemerintah di garda terdepan guna memastikan validitas data dan ketepatan sasaran program jaring pengaman sosial," ungkap Dr. Zaidirina meyakinkan peserta sarasehan.
Memasuki hari kedua, Minggu (19/7/2026) pagi, cerita kebersamaan ini berlanjut dengan warna yang lebih cerah. Pelataran pendopo dipenuhi stand-stand pameran, di antaranya yang paling menyita perhatian adalah Stand Panti Binaan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
Stand ini memamerkan berbagai produk kerajinan tangan indah hasil karya para penerima manfaat panti rehabilitasi.
Melalui goresan karya tersebut, mereka seolah bercerita kepada dunia tentang sebuah harapan baru dan kemandirian ekonomi yang berhasil dibina.
Puncak kebahagiaan itu akhirnya disempurnakan dengan kehadiran perwakilan pusat. Staf Khusus Menteri Sosial RI, H. Abdul Malik Haramain, yang hadir didampingi Direktur Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) Kemensos RI, Andrianus Alla, naik ke panggung untuk memotong tumpeng, sekaligus menyampaikan pesan hangat dari Jakarta.
"Saya atas nama Kementerian Sosial RI mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun PSM Ke-51 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Brebes. Pengabdian tanpa pamrih yang ditunjukkan oleh seluruh kader PSM di Jawa Tengah adalah pilar utama kekuatan sosial bangsa kita. Kemensos akan terus mendukung penguatan kapasitas dan kelembagaan PSM agar peran regulasi dan pemberdayaan di daerah semakin optimal," pungkas Malik Haramain disambut senyum bangga seluruh delegasi.
Sebagai penutup babak cerita di Bumi Brebes, aksi nyata diwujudkan lewat penyaluran 1.205 paket bantuan sosial lintas sektoral berupa sembako dari Dinsos Jateng (200 paket), BAZNAS Jateng (200 paket), dan PT PLN (100 paket), bantuan 5 unit kursi roda dari Sentra Satria Baturraden, 200 bibit mangrove dari DLHK Jateng, serta dukungan 500 Mushaf Al-Qur'an dari Ekspedisi Qur'an.
Ratusan kader PSM akhirnya melangkah pulang kembali ke daerah masing-masing dengan dada membusung dan semangat baru.
Mereka pulang tidak lagi dengan tangan hampa, melainkan membawa jaminan proteksi kerja, janji akurasi data kemiskinan, dan keyakinan bahwa pengabdian tulus mereka di bawah bendera IPSM Jawa Tengah akan terus bekerja, bergerak, dan memberikan dampak nyata bagi keadilan sosial di Indonesia. (Sty;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook