Ket [Foto]: Kisah Jip Hardtop, Bah Jun, dan Pesan Bupati Agus Setyawan Soal Ganjaran
Kisah Jip Hardtop, Bah Jun, dan Pesan Bupati Agus Setyawan Soal Ganjaran
Temanggung, MediaCenter – Duduk lesehan di atas hamparan karpet merah bersama para pekerja proyek, konsultan, dan warga di Desa Purborejo, Kecamatan Bansari, Jum’at (3/7/2026) sore, Bupati Agus Setyawan mendadak melempar ingatannya kembali ke tahun 1992-an. Ia mengenang sebuah nestapa jalan rusak yang pernah ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Sebagai pria yang tumbuh besar di wilayah pegunungan, bupati yang akrab disapa Agus Gondrong ini mengisahkan jalan di daerahnya sempat mendapatkan proyek pengaspalan. Sayangnya, proyek itu dikerjakan asal-asalan dengan metode yang ia sebut "aspal goreng".
Hasilnya bisa ditebak, belum genap dua setengah tahun, lapisan aspal itu rontok total menyisakan jalur transportasi yang rusak parah hingga menyerupai dasar sungai yang kering.
"Mirip Kali Asat. Jangankan kendaraan biasa, kendaraan tangguh sekelas jip Hardtop sekalipun tidak akan mampu melewati jalan tersebut, jika rodanya tidak dipasangi rantai besi," kenang Agus, menggambarkan betapa beratnya perjuangan warga saat itu.
Pengalaman tersebut lantas dia bandingkan dengan proyek pembangunan kembali jalan yang sama pada tahun 1999. Proyek kala itu dikerjakan oleh seorang pemborong lokal bernama Bah Jun dari Ngadirejo.
Meski sang pemborong kini telah meninggal dunia, sambung Agus Gondrong, nama dan warisan kerjanya yang jujur tetap hidup dan dikenang oleh warga hingga hari ini, karena kualitas aspalnya yang tebal dan padat.
"Sampai hari ini, masyarakat di desa saya masih tahu betul siapa pemborongnya. Walaupun Bah Jun sekarang sudah meninggal dunia, orang-orang masih mengingat warisannya. Jadi, Bismillah niatnya membangun fasilitas dasar berupa jalan ini ya dibangun sebaik-baiknya," ujarnya.
Agus menekankan, bahwa pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar proyek fisik berkala, melainkan sebuah warisan (legacy) jangka panjang yang manfaatnya harus dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
"Kita hidup ini perlu legacy dan pengakuan yang baik dari masyarakat melalui hasil kerja nyata. Saya titip kepada rekanan, buatlah aspal yang tebal dan rapat agar awet. Di samping mencari keuntungan finansial, kita juga butuh nilai kemanfaatan dan ganjaran jangka panjang bagi warga," pungkasnya. (Ary;Adt;Istw;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook