Pelatihan Sanitasi Terpadu Djarum di Pandemulyo, Perkuat Peran Masyarakat Wujudkan Lingkungan Sehat
Ket [Foto]: Pelatihan Sanitasi Terpadu Djarum di Pandemulyo, Perkuat Peran Masyarakat Wujudkan Lingkungan Sehat

Pelatihan Sanitasi Terpadu Djarum di Pandemulyo, Perkuat Peran Masyarakat Wujudkan Lingkungan Sehat

Temanggung, MediaCenter - Pelatihan Pengkajian Partisipatif dan Pemicuan bagi kader Program Sanitasi Terpadu Djarum digelar di Desa Pandemulyo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi langkah awal penguatan peran masyarakat dalam mendukung pembangunan sanitasi dan akses air minum di wilayah pedesaan.

Pelatihan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat Desa Pandemulyo, mulai dari perangkat desa, Tim Penggerak PKK, kader posyandu, karang taruna, hingga tokoh masyarakat.

Mereka dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi persoalan sanitasi di lingkungan masing-masing, serta mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dr. Intan Pandanwangi menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, Program Sanitasi Terpadu Djarum sangat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan jambanisasi yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Temanggung.

“Kami mengapresiasi program dari Djarum ini, karena ini membantu program kami untuk pengentasan jambanisasi di Kabupaten Temanggung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun Kabupaten Temanggung telah mendeklarasikan status Open Defecation Free (ODF), masih terdapat masyarakat yang belum memiliki jamban layak. Berdasarkan data terakhir, sekitar dua ribu warga, terutama dari kategori masyarakat miskin ekstrem, masih membutuhkan akses sanitasi dasar.

Selain kepemilikan jamban, pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak buang air besar sembarangan dan menggunakan air minum secara layak.

Sebab, perilaku hidup yang tidak sehat dapat memicu berbagai penyakit berbasis lingkungan.

“Dari buang air besar sembarangan dan air yang kurang bersih bisa menyebabkan penyakit seperti diare, tifus, hingga muntaber,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan PT Djarum, Edy Triyanto mengatakan, Desa Pandemulyo menjadi lokasi baru Program Sanitasi Terpadu Djarum bersama Pemerintah Kabupaten Temanggung pada tahun 2026.

Menurutnya, pelatihan difokuskan untuk menyiapkan masyarakat sebagai pelaku utama program. Setelah mengikuti pelatihan, para kader diharapkan mampu melakukan pengkajian masalah, mengedukasi warga, hingga merancang pembangunan sarana sanitasi yang aman.

“Setelah pelatihan nanti mereka akan mengidentifikasi masalah, menyusun proposal, lalu mengedukasi masyarakat terkait sanitasi yang aman" harapnya.

Dalam pelatihan tersebut, PT Djarum juga menghadirkan kader dari Desa Samiranan, Rowo, dan Pendowo yang sebelumnya telah menjalankan program serupa. Mereka dilibatkan sebagai peer educator untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada calon kader di Pandemulyo.

Pada tahun 2026, PT Djarum menargetkan pembangunan 400 unit sarana sanitasi dan air minum yang tersebar di Desa Pendowo, Rowo, Samiranan, dan Pandemulyo. Program tersebut mendapat dukungan luas dari pemerintah daerah maupun masyarakat.

Edy Triyanto mengapresiasi sinergi lintas organisasi perangkat daerah di Kabupaten Temanggung, termasuk dukungan dari Dinkominfo, Bapperida, Dinas Kesehatan, hingga Baznas. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak membuat program sanitasi tidak hanya berdampak pada satu desa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi wilayah lain.

Ia juga menilai partisipasi masyarakat Temanggung sangat tinggi. Hal itu terlihat dari munculnya swadaya warga yang mulai membangun sarana sanitasi secara mandiri. (SV;Ekp)

Pelatihan Sanitasi Terpadu Djarum di Pandemulyo, Perkuat Peran Masyarakat Wujudkan Lingkungan Sehat
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook