FGD Citywalk Temanggung; Sinergi Lintas Sektor Kawal Dampak Lingkungan dan Keamanan Sosial
Ket [Foto]: FGD Citywalk Temanggung; Sinergi Lintas Sektor Kawal Dampak Lingkungan dan Keamanan Sosial

FGD Citywalk Temanggung; Sinergi Lintas Sektor Kawal Dampak Lingkungan dan Keamanan Sosial

Temanggung, MediaCenter – Rencana penataan wajah kota melalui proyek Citywalk Kabupaten Temanggung memasuki tahap penjaringan aspirasi. Dalam forum "Rembug Bareng" Focus Group Discussion (FGD) I Penyusunan Feasibility Study (FS) di Aula Progo Pistan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Temanggung, Kamis (7/5/2026), perwakilan warga dari Kelurahan Kertosari dan Kowangan bersatu menyuarakan aspek keselamatan, lingkungan dan ketertiban sosial.

Sekretaris DPUPR, Eko Budi Prayitno menekankan, bahwa kebijakan publik harus berlandaskan prinsip kolaborasi lintas sektor.

"Kita harus bergandengan tangan, pembangunan ini bersifat futuristik, namun tetap realistik. Sejarah masa lalu menjadi 'kaca benggala' agar pembangunan pedestrian ini berkelanjutan dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Delegasi masyarakat yang terdiri dari Entargo (Ketua RW Kelurahan Kowangan), bersama Imanuel Dompas dan Setyo Sumaryanto (RW 03 Mardisari-Kertosari), serta didampingi desainer Singgih S. Kartono (Temanggung Berdaya), secara spesifik mengawal segmen Warung Jadoel hingga Gumuk Lintang. Dalam forum tersebut, delegasi masyarakat memberikan peringatan keras terkait mitigasi bencana air.

"Sistem drainase harus tertata sempurna. Jangan sampai air hujan deras meluap ke jalan, karena daerah resapan hilang. Hal ini sangat krusial agar tidak menimbulkan banjir kiriman ke daerah yang lebih rendah, khususnya wilayah Kelurahan Kowangan," tegas mereka.

Selain masalah air, delegasi menekankan pentingnya aturan zonasi yang ketat.

Entargo mengingatkan, agar Citywalk tidak memicu kerawanan sosial, tindak kejahatan, maupun kemunculan kantong parkir liar yang semrawut. Pengaturan zonasi parkir yang jelas, serta penataan UMKM/PKL yang teratur harus menjadi bagian tak terpisahkan dari desain teknis.

Setyo Sumaryanto juga mendesak jaminan keselamatan bagi anak-anak melalui pemasangan marka kejut (polisi tidur) di depan Poli Pancasila/Panti Asuhan Pangrekso Ndalem Betlehem, serta akses masuk SD Pangudi Utami. Terkait perawatan jangka panjang, warga menuntut adanya SOP koordinasi yang baik antar instansi.

"Jangan sampai trotoar yang sudah bagus dirusak permanen oleh galian atau saluran limbah yang tidak segera dikembalikan kondisinya secara sempurna," tutur delegasi di hadapan perwakilan PDAM, PLN, dan Telkom yang turut hadir.

Hadirnya Forum Disabilitas, Komunitas Runner, Sepeda, Mural, dan Pegiat Sejarah dalam FGD ini melengkapi visi Citywalk sebagai ruang publik yang inklusif, ramah olahraga, dan tetap menjaga nilai historis bangunan tua di sepanjang koridor pusat kota Temanggung. (Sty;Ekp)

FGD Citywalk Temanggung; Sinergi Lintas Sektor Kawal Dampak Lingkungan dan Keamanan Sosial
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook