Ket [Foto]: Saat Tembakau Mulai Ditanam, Air dan Cuaca Jadi Penentu
Saat Tembakau Mulai Ditanam, Air dan Cuaca Jadi Penentu
MediaCenter - Terik matahari membakar kulit. Petani tembakau di lereng Gunung Sumbing, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Temanggung mulai menanam tembakau di lahan, Jumat (24/4/2026).
Satu harapan dalam ikhtiar kehidupan, kecukupan air di awal tanam dan terbebas serangan hama.
Bupati Agus Setyawan, perwakilan pabrik rokok Jarum, Ketua DPRD Yunianto dan sejumlah anggota dewan terlihat ikut bersama dalam penanaman perdana tembakau. Mereka menyatu dengan petani lain.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Agus menekankan pentingnya ketersediaan air pada fase awal pertumbuhan tanaman. Menurutnya, air menjadi penentu keberhasilan tanam, baik di wilayah pegunungan, maupun di area persawahan.
Disampaikan di kawasan pegunungan barat yang mengarah ke Gunung Prau, aktivitas tanam sudah berjalan beberapa waktu lalu dan kondisi air dinilai masih mencukupi. Sementara itu, wilayah selatan yang merujuk ke Gunung Sumbing menghadapi tantangan, terutama jika musim kemarau datang lebih panjang dari perkiraan.
“Di awal tanam ini kita masih sangat membutuhkan air. Harapannya, saat tanaman tumbuh, curah hujan tidak terlalu tinggi, dan menjelang panen justru didukung musim kemarau,” ujarnya.
Dikatakan, target luas tanam tembakau di Temanggung tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 13 ribu hektare. Dan pemerintah daerah tetap mencermati potensi kekurangan air seiring adanya prediksi perubahan iklim dari BMKG.
Di sisi lain, upaya memperkuat kemitraan dengan industri juga terus dilakukan. Saat ini, komunikasi dengan pihak Djarum masih berjalan, dan pemerintah daerah berencana menjajaki kerja sama lebih luas dengan sejumlah industri rokok di Jawa Tengah pada Mei hingga awal Juni mendatang.
Bupati yang akrab disapa Agus Gondrong menyebut, peluang bagi petani nonmitra untuk menjual hasil panen tetap terbuka, selama kualitas tembakau memenuhi standar yang ditentukan.
“Ini menjadi kesempatan, tetapi kualitas tetap jadi kunci agar petani mendapatkan nilai jual yang baik,” jelasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto mengungkapkan, hingga 22 April, sekitar 1.400 hektare lahan telah ditanami, baik di sawah, maupun tegalan.
"Dari jumlah tersebut, sekitar 100 hektare berada di lahan persawahan," terangnya, Senin (27/4/2026).
Kemitraan dengan pihak swasta juga menunjukkan perkembangan. Perwakilan Djarum di Temanggung, Dawam, menyampaikan, bahwa program kemitraan tahun ini mencakup 850 hektare dengan melibatkan sekitar 1.057 petani, atau sekitar 6-7 persen dari total luas tanam.
Para petani mitra ditargetkan menyelesaikan masa tanam hingga akhir April, khususnya di wilayah tegalan dan pegunungan. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan prediksi musim yang cenderung lebih kering.
Berdasarkan informasi BMKG, fenomena El Nino diperkirakan datang lebih awal, yakni mulai Mei hingga Juli. Kondisi ini berpotensi menurunkan curah hujan secara signifikan sejak pertengahan Mei, sehingga risiko kekurangan air perlu diantisipasi sejak awal.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, awal musim tanam tembakau di Temanggung tetap berjalan dengan harapan. Petani, pemerintah, dan mitra usaha berupaya menjaga keseimbangan antara alam, waktu tanam, dan kualitas hasil, agar tembakau Temanggung tetap tumbuh sebagai komoditas unggulan yang bernilai tinggi. (Aiz;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook