Intip Resep
Ket [Foto]: Intip Resep "Profesor Cabai" demi Sukseskan Sayembara Temanggung

Intip Resep "Profesor Cabai" demi Sukseskan Sayembara Temanggung

Temanggung, MediaCenter - Lahan milik Sutikno di Desa Kataan, Kecamatan Ngadirejo, mendadak berubah menjadi laboratorium terbuka pada Rabu (15/4/2026) siang. Di tengah hamparan cabai varietas Salakan yang mulai rimbun, puluhan petani berkumpul dengan raut serius, namun antusias.

Mereka datang mengikuti pelatihan budidaya cabai yang diselenggarakan Pemkab Temanggung melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP). Pelatihan bagian dari rangkaian Sayembara Cabai ini menghadirkan pakar budidaya cabai, Syarifudin.

Dalam kesempatan itu, Syarifudin yang memperoleh julukan "Prof. Udin" ini meminta para petani untuk lebih jeli dalam melihat peluang, serta mengikuti disiplin ilmu agar dapat memperoleh hasil panenan cabai dengan tingkat produktivitas, maupun kualitas yang maksimal. Terlebih, Kabupaten Temanggung memiliki potensi besar sebagai sentra penghasil cabai dengan kualitas unggul, salah satunya varietas lokal bernama Salakan.


“Setelah saya gali, tanaman cabai di lahan milik Pak Sutikno yang berada di Desa Kataan ini berasal dari varietas lokal Temanggung bernama Salakan. Sebenarnya, sejak tahun 2023 saya sudah mengamati, bahwa varietas Salakan merupakan unggulan lokal,” ungkap Udin.

Ia membagikan resep sederhana, namun vital, yakni kebersihan lahan menjadi salah satu penentu kesehatan tanaman. Pasalnya, lahan yang bersih menjadikan hama tidak betah berada di lahan tanam. Selain itu, pola perawatan harus dilakukan secara konsisten, terutama saat dalam kondisi kelembaban tinggi.

“Petani harus melakukan penanaman dengan disertai ilmu. Seperti bagaimana melakukan pemupukan sebagai dasar penentu kualitas tanaman, jarak antar bedeng, maupun tanaman, cara menghindari jamur, serta mengatur kandungan nitrogen,” beber warga desa Kundisari, Kecamatan Kedu, Temanggung ini.

Menurutnya, berbagai ilmu dan metode yang sukses harus diadopsi dan disebarluaskan. Hal itu sejalan dengan spirit "Sayembara Cabai" yang bertujuan berburu "resep sakti" menanam cabai dengan biaya efisien, namun menghasilkan produktivitas tinggi dan kualitas yang baik.

“Prospek sektor pertanian di Kabupaten Temanggung sangat tinggi dan menjanjikan secara ekonomi. Termasuk di dalamnya pertanian cabai. Sehingga para petani harus paham terkait siklus, momentum, hingga metode penanaman agar menemui masa panen dengan harga jual yang tinggi,” pintanya.

Bupati Agus Setyawan, tampak antusias memantau jalannya pelatihan di lahan milik Sutikno dari Kelompok Tani Ngudi Makmur tersebut. Baginya, sayembara berhadiah Rp 50 juta ini adalah ikhtiar untuk mencari "resep sakti" agar petani bisa panen hingga 2 kilogram per batang.

Ia berharap, agar para petani dapat menerapkan pola tanam berbasis ilmu dan mampu mewujudkan Good Agricultural Practices (GAP), khususnya pada komoditas tanaman cabai. Menurutnya, penerapan pola tanam berbasis ilmu akan menciptakan petani yang berdaya dan mandiri.

“Semboyan kita adalah Swadaya Bhumi Phala. Sektor pertanian dapat menjadi unggulan. Syaratnya, penerapan pola yang baik berbasis ilmu. Jangan lelah untuk terus melakukan berbagai percobaan hingga menemukan rumusan yang tepat,” pungkasnya. (Ifn;Istw;Ekp)

Intip Resep "Profesor Cabai" demi Sukseskan Sayembara Temanggung
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook