Ket [Foto]: Bupati Agus Setyawan: TKA Ungkap Kemampuan Siswa, Hasilnya Harus Jadi Perhatian Bersama
Bupati Agus Setyawan: TKA Ungkap Kemampuan Siswa, Hasilnya Harus Jadi Perhatian Bersama
Temanggung, MediaCenter – Bupati Agus Setyawan menyatakan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sangat bermanfaat untuk mengetahui secara objektif kemampuan akademik para siswa di Temanggung.
Menurutnya, hasil dari TKA tersebut ke depannya diharapkan dapat menjadi perhatian bersama bagi semua pihak, baik sekolah, guru, maupun orang tua, agar bisa bersama-sama meningkatkan kemampuan siswa.
"Hasilnya bisa menjadi perhatian bersama untuk peningkatan kemampuan siswa," kata Bupati Agus Setyawan, usai meninjau pos TKA di kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora), Kamis (9/4/2026).
Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam memetakan potensi dan kelemahan akademik siswa sebagai dasar perbaikan mutu pendidikan.
Sebanyak 9.320 siswa jenjang SMP dan 8.182 siswa jenjang SD di Kabupaten Temanggung mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang difasilitasi Dindikpora setempat.
Ketua Posko TKA Kabupaten Temanggung, Isro Hendar mengatakan, Program TKA dilaksanakan sebagai upaya mengukur capaian pembelajaran siswa secara terstandar.
"Peserta jenjang SMP merupakan siswa kelas IX, sedangkan jenjang SD diikuti siswa kelas VI dari seluruh wilayah Kabupaten Temanggung," terangnya.
Isro Hendar menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan PLN agar tidak terjadi pemadaman listrik selama ujian berlangsung.
Selain itu, Dindikpora juga menggandeng penyedia layanan internet, seperti IndiHome. Hal ini dilakukan untuk menjaga kestabilan jaringan, mengingat sebagian besar sekolah menggunakan layanan tersebut sebagai penunjang pelaksanaan ujian berbasis digital.
Menurutnya, pelaksanaan TKA jenjang SMP telah lebih dahulu dilaksanakan. Sementara itu, untuk jenjang SD dijadwalkan berlangsung pada 20 April 2026.
Karena tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang sama, pelaksanaan TKA dibagi dalam beberapa sesi dan gelombang. Untuk jenjang SMP, gelombang pertama diikuti 79 sekolah, gelombang kedua 3 sekolah, dan gelombang ketiga 1 sekolah.
Adapun jenjang SD dibagi menjadi empat gelombang, yakni 205 sekolah pada gelombang pertama, 139 sekolah gelombang kedua, 78 sekolah gelombang ketiga, dan 32 sekolah pada gelombang keempat.
Isro Hendar menambahkan, TKA bersifat tidak wajib, sehingga masih ada siswa yang tidak mengikuti. Pada jenjang SMP terdapat dua siswa tidak hadir, sedangkan pada jenjang SD tercatat 69 siswa tidak mengikuti, karena berbagai alasan, termasuk belum adanya persetujuan dari orang tua. (Aiz;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook