Hari Kedua Pencarian Remaja Hanyut di Sungai Progo Masih Nihil, BPBD Imbau Warga Waspada di Musim Ekstrim
Ket [Foto]: Hari Kedua Pencarian Remaja Hanyut di Sungai Progo Masih Nihil, BPBD Imbau Warga Waspada di Musim Ekstrim

Hari Kedua Pencarian Remaja Hanyut di Sungai Progo Masih Nihil, BPBD Imbau Warga Waspada di Musim Ekstrim

Temanggung, MediaCenter – Upaya pencarian terhadap Akbar (14), remaja yang dilaporkan hanyut di Sungai Progo, hingga hari kedua belum membuahkan hasil. Pencarian sementara dihentikan pada Senin (6/4/2026) sore dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa (7/4/2026).

BPBD, Polres Temanggung, SAR, dan para relawan mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki untuk menemukan korban. Namun hingga Senin sore, Akbar belum juga ditemukan.

Akbar dilaporkan hilang setelah terseret arus saat memancing di kawasan Kedung Pertapan, lokasi Kasanan, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolres Temanggung, AKBP Zamrul Aini menyampaikan, bahwa pencarian telah dilakukan selama dua hari oleh tim gabungan, namun korban belum berhasil ditemukan.

"Pencarian akan dilanjutkan Selasa (7/4/2026), karena kondisi sudah petang dan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan hari ini," ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan adanya orang hanyut, petugas dari Polsek Kranggan langsung menuju lokasi kejadian pada Minggu sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan keterangan, peristiwa bermula saat korban bersama dua temannya pergi memancing di Kedung Pertapan. Saat berada di tepi kedung, korban diduga terpeleset, karena batu yang licin, kemudian jatuh ke bagian sungai yang dalam dan hanyut terbawa arus.

"Dua temannya tidak bisa menolong karena panik, lalu melaporkan kejadian tersebut kepada warga setempat yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian dan BPBD," jelasnya.

Tim gabungan dari Polsek Kranggan, BPBD, tim SAR, dan relawan langsung melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Progo menggunakan perahu karet. Namun hingga kini, korban yang merupakan pelajar asal Kasanan RT 005/RW 005 tersebut belum ditemukan.

Diduga korban masih berada di palung Kedung Pertapan yang memiliki kedalaman cukup ekstrem, serta arus bawah yang deras.

"Di lokasi terdapat rongga atau lorong di bawah air dengan arus kuat, sehingga penyelam belum berani masuk demi keselamatan," ungkap Kapolres.

Dua saksi mata, yakni Dafa (14) dan Supri (45), warga setempat, telah dimintai keterangan oleh petugas.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di musim ekstrem seperti sekarang.

"Kami meminta warga, terutama anak-anak dan remaja, untuk tidak memancing atau bermain di tepi sungai saat kondisi air sedang tinggi-tingginya. Arus bawah sangat berbahaya dan tidak terlihat dari permukaan," ujar Totok.

Ia menambahkan, bahwa cuaca ekstrem menyebabkan debit air sungai tidak menentu. BPBD akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan tim SAR untuk mempercepat proses pencarian dengan peralatan yang lebih lengkap.

"Masyarakat yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban agar segera melapor ke pihak berwenang," tegasnya sembari menambahkan pencarian akan dilanjutkan pada Selasa (7/4/2026) pagi dengan peralatan yang lebih lengkap. (Aiz;Ekp)

Hari Kedua Pencarian Remaja Hanyut di Sungai Progo Masih Nihil, BPBD Imbau Warga Waspada di Musim Ekstrim
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook