Perkuat Kesetiakawanan Sosial di Bulan Ramadan, Dinsos Jateng Gelar Penyuluhan
Ket [Foto]: Perkuat Kesetiakawanan Sosial di Bulan Ramadan, Dinsos Jateng Gelar Penyuluhan

Perkuat Kesetiakawanan Sosial di Bulan Ramadan, Dinsos Jateng Gelar Penyuluhan

Temanggung, MediaCenter – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan "Penyuluhan Sosial Peningkatan Kualitas Tanggung Jawab dan Kesetiakawanan Sosial" di Gedung Graha Mina Bhakti Dangkel, Parakan, Senin (9/3/2026) sore. Kegiatan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan ini menjadi ajang dialog strategis antara pemerintah, legislatif, dan unsur masyarakat dalam menangani problematika sosial.

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Zainudin; Kabid Dayasos Dinsos Jateng, Adoniati Meyria Widaningtyas Haripangesti; serta Kepala Dinsos Kabupaten Temanggung, Umi Lestari Nurjanah.

Acara juga diikuti oleh tokoh agama, seperti Gus Izzudin Muiz (Gus Muiz) dari Alumni Pondok API Tegalrejo, alumni Pondok Bolong, Laskar Bodronoyo, santri, serta pilar sosial seperti Karang Taruna dan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM).

Jembatan Aspirasi dan Layanan Puskesos

Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Zainudin, menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, buka puasa bersama, melainkan wadah bagi masyarakat untuk mengadukan permasalahan nyata, mulai dari akses BPJS Kesehatan hingga distribusi Bantuan Sosial (Bansos).

Senada dengan hal tersebut, Kabid Dayasos Dinsos Jateng, Adoniati Meyria, menjelaskan bahwa program penyuluhan ini merupakan bagian dari anggaran aspirasi di 35 kabupaten/kota.

Ia menekankan peran Dinsos sebagai "Dinas Sapu Jagad" yang menangani isu komplek seperti KDRT, kemiskinan, hingga bencana.

“Kami juga mendorong penguatan program Kecamatan Berdaya dan aktivasi Puskesos (Pusat Kesejahteraan Sosial) di tiap desa/kelurahan untuk mendekatkan layanan masyarakat, melanjutkan semangat Jogo Tonggo,” ujar Adoniati.

Penurunan Angka Kemiskinan di Temanggung

Kepala Dinsos Kabupaten Temanggung, Umi Lestari Nurjanah, mengungkapkan capaian positif di wilayahnya.

Data kemiskinan dan warga rentan di Temanggung tercatat sebanyak 124.000 jiwa, angka yang terus mengalami penurunan sejak tahun 2024.

“Ketika terjadi isu penonaktifan BPJS, tim kami langsung turun hingga ke desa-desa untuk reaktivasi. Kami juga memastikan jaring pengaman sosial menyasar warga desil 1-5, terutama lansia dan disabilitas. Di sinilah peran krusial PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) sebagai penghubung antara pemerintah dan warga,” tandas Umi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tokoh masyarakat, kader PKK, dan pondok pesantren dapat menjadi agen penggerak yang saling menguatkan demi meningkatkan martabat manusia di Jawa Tengah.

Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Muiz, memohon keberkahan dan kelancaran program sosial di Kabupaten Temanggung. (Sty;Ekp)

Perkuat Kesetiakawanan Sosial di Bulan Ramadan, Dinsos Jateng Gelar Penyuluhan
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook