Pelajar Temanggung Dikenalkan Literasi Artificial Intelligence Melalui AI Ready ASEAN
Ket [Foto]:

Pelajar Temanggung Dikenalkan Literasi Artificial Intelligence Melalui AI Ready ASEAN

Temanggung, MediaCenter - Polres Temanggung berkolaborasi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) menyelenggarakan pelatihan AI Ready ASEAN yang diikuti oleh 100 siswa SMA/SMK se-Kabupaten Temanggung.

Acara ini digelar di Aula Sindoro-Sumbing Polres Temanggung dan juga melibatkan 26 trainer dari internal Polres setempat.

Kapolres Temanggung, AKBP Zamrul Aini menyatakan, bahwa kehadiran MAFINDO dalam kegiatan ini merupakan kesempatan emas bagi para siswa untuk mendalami teknologi Artificial Intelligence (AI) secara lebih komprehensif.

Menurutnya, pembelajaran tidak hanya terbatas pada pendidikan formal, tetapi juga bisa melalui kegiatan non formal, seperti pelatihan literasi teknologi ini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat memperluas wawasan tentang masa depan dan memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung kesuksesan pribadi, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” kata AKBP Zamrul Aini, Jumat (6/3/2026).

Kapolres menambahkan, bahwa inisiatif ini menjadi langkah awal krusial dalam membekali generasi muda Temanggung dengan literasi kecerdasan buatan. Dengan sinergi antara Polres Temanggung dan MAFINDO, para pelajar diharapkan dapat memahami dan menerapkan teknologi AI secara bijaksana untuk menghadapi tantangan era digital.

Kapolres juga menyampaikan pesan, agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya kepada narasumber, serta menjaga semangat sepanjang rangkaian acara.

Sementara itu, Ketua Presidium, sekaligus Pendiri Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, Septiaji Eko Nugroho, menekankan bahwa perkembangan teknologi AI tidak hanya melibatkan aspek teknis, tetapi juga dimensi moral dan sosial.

“AI bukan hanya sekadar alat teknologi, melainkan juga membawa tanggung jawab moral dan sosial. Literasi AI adalah upaya lintas sektor, mirip dengan pemberantasan hoaks,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa tujuan utama program AI Ready ASEAN adalah meningkatkan literasi AI di kalangan masyarakat ASEAN, khususnya pelajar, guru, dan orang tua.

Program ini juga bertujuan membekali keterampilan masa depan agar generasi muda dapat beradaptasi dengan transformasi digital yang cepat.

Selain itu, pemanfaatan AI didorong untuk dilakukan secara etis, kreatif, dan inovatif, sesuai dengan pedoman ASEAN tentang tata kelola dan etika AI.

Dalam pelaksanaannya, Septiaji menyebutkan, bahwa program AI Ready ASEAN menargetkan sekitar 5,5 juta individu di 10 negara anggota ASEAN untuk memperoleh pemahaman dasar tentang teknologi AI.

Diharapkan, masyarakat semakin siap menghadapi perubahan di era digital sambil memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. (Aiz;Ekp)

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook