Ket [Foto]:
Dindukcapil Kejar Target Rekam 14.379 Warga untuk KTP-el di 2026
Temanggung, MediaCenter – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Temanggung mempercepat perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) demi memenuhi target nasional kepemilikan identitas kependudukan secara penuh pada akhir 2026.
Kepala Dindukcapil Kabupaten Temanggung, Bagus Pinuntun mengatakan, hingga kini masih tersisa 14.379 warga yang wajib segera merekam KTP-el.
“Sebanyak 14.379 orang menjadi target prioritas kami. Kami kejar agar seluruh penduduk Temanggung sudah memiliki KTP-el sebelum 2026 berakhir,” tegasnya, Senin (2/3/2026).
Ia merinci, angka itu bersumber dari tiga kelompok data: Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Temanggung sebanyak 8.711 orang, Dapodik luar daerah 2.286 orang, dan kategori non-Dapodik 3.382 orang.
Hingga 9 Februari 2026, Dindukcapil telah merekam 1.158 warga sepanjang Januari hingga awal Februari. Capaian ini akan ditingkatkan melalui serangkaian program percepatan.
Salah satu upaya utama adalah layanan jemput bola berupa perekaman massal di sekolah-sekolah menjelang Ramadan. Program ini menyasar pelajar yang sudah memenuhi usia wajib KTP.
Tiga sekolah telah menetapkan jadwal perekaman: SMKN Jumo pada 25–26 Februari 2026, SMAN 1 Temanggung pada 3 Maret 2026, serta SMKN 1 Tembarak pada 9–10 Maret 2026.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan sekolah lain dan pemerintah desa agar semua warga yang berusia 17 tahun atau akan genap 17 tahun sepanjang 2026 segera terekam,” ujar Bagus.
Ia mengimbau masyarakat yang belum merekam agar segera mendatangi kantor Dindukcapil atau memanfaatkan layanan jemput bola.
“Jangan tunggu mendekati batas waktu. Segera urus agar tidak terkendala layanan publik yang mensyaratkan KTP-el,” lanjutnya.
Program ini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk menjamin tertib administrasi kependudukan dan akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.
Kolaborasi dengan SMKN Jumo Catat 239 Siswa
Dindukcapil Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan SMKN Jumo menggelar layanan jemput bola perekaman KTP-el di sekolah tersebut pada Februari 2026.
Plt. Kepala Tata Usaha SMKN Jumo Rumiyanti menyatakan, layanan ini krusial, karena mulai tahun ini pengelolaan ijazah menggunakan sistem E-ijazah yang terintegrasi langsung dengan data Dindukcapil.
“Kalau ada kesalahan data di Dindukcapil, nama atau identitas di ijazah otomatis salah. Ini akan merugikan siswa,” jelasnya.
Menurut Rumiyanti, kehadiran petugas langsung di sekolah meminimalkan kesalahan data sejak dini dan memudahkan siswa tanpa harus meninggalkan jam pelajaran.
Pada periode Februari 2026, tercatat 239 siswa mengikuti perekaman: 130 siswa kelas X, 108 siswa kelas XI, dan 2 siswa kelas XII.
Sekolah menyambut baik kolaborasi inin karena mendukung tertib administrasi kependudukan sejak usia sekolah, sehingga siswa tidak terkendala saat mengurus dokumen pendidikan di kemudian hari. (Aiz;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook