Ket [Foto]: Kripang Syauqi
Kripang Syauqi, Renyah dari Morobongo yang Tumbuh dari Masa Sulit
Temanggung, MediaCenter – Di tengah situasi pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, banyak masyarakat mulai mencari peluang usaha rumahan. Hal itu pula yang dilakukan Anik Nur Hidayah, warga Pandean RT 1/RW 1, Morobongo, Kecamatan Jumo, Temanggung yang merintis usaha camilan Kripang Syauqi (Kripik Pangsit Syauqi).
Berawal dari kebiasaan membeli camilan kripik pangsit, Anik kemudian mencoba memproduksi sendiri dengan cita rasa yang disesuaikan dengan selera keluarga dan lingkungan sekitar. Dari dapur sederhana, usaha tersebut perlahan berkembang dan kini produknya telah masuk di UMKM Center Temanggung, bahkan pemasarannya menjangkau hingga Semarang.
Nama “Kripang” diambil dari frasa “Krana Ridane Pangeran” yang dimaknai sebagai kerinduan kepada Tuhan, sedangkan “Syauqi” berarti kerinduan. Filosofi ini menjadi doa dan harapan agar setiap orang yang mencicipinya memiliki kesan tersendiri. Tagline yang diusung pun sederhana, namun mengena: “Kriuknya selalu bikin rindu di hati.”
Selain menghadirkan camilan renyah dan gurih, usaha ini juga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Dalam proses produksi, Anik melibatkan warga sekitar sebagai bagian dari upaya membuka lapangan kerja skala rumahan.
Kripang Syauqi tersedia dalam beberapa pilihan kemasan yang menyesuaikan kebutuhan, yaitu: Kemasan kecil Rp1.000, Kemasan 80 gram Rp 5.000, Kemasan 125 gram Rp 13.000, Kemasan 180 gram Rp 10.000.
Dengan kemasan praktis dan harga yang terjangkau, produk ini perlahan mendapat tempat di hati pelanggan.
Bagi yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut atau melakukan pemesanan, dapat menghubungi Anik Nur Hidayah di nomor 0858 6563 4867.
Dari Morobongo, Kripang Syauqi terus bertumbuh sebagai bagian dari semangat UMKM lokal yang lahir dari ketekunan, kreativitas, dan keinginan untuk berbagi manfaat bagi sekitar. (Fra;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook