Kolaborasi Lintas Sektor, Normalisasi Irigasi Kali Pacar Pasca Luapan Air Sroyo
Ket [Foto]: Kolaborasi Lintas Sektor, Normalisasi Irigasi Kali Pacar Pasca Luapan Air Sroyo

Kolaborasi Lintas Sektor, Normalisasi Irigasi Kali Pacar Pasca Luapan Air Sroyo

Temanggung, MediaCenter – DPUPR Kabupaten Temanggung bersama DPRKPLH dan tim gabungan dari berbagai instansi melakukan normalisasi saluran irigasi Kali Pacar HM 51+00 pasca luapan air yang melanda wilayah Sroyo dan Perumahan Madureso Indah. Kegiatan ini menjadi bagian dari respons cepat DPUPR untuk menjaga fungsi infrastruktur irigasi, sekaligus menekan risiko luapan air berulang.

Luapan air terjadi pada Rabu (4/2/2026) akibat hujan lebat dengan intensitas tinggi. Debit air dari arah Kantor KPU Temanggung menuju Madureso Indah meningkat tajam disertai kiriman sampah rumah tangga yang menyumbat saluran irigasi Sroyo. Akibatnya, aliran air terhambat dan meluap ke jalan, serta permukiman warga. Warga bersama aparat setempat berupaya mengurai sampah dan membuka gorong-gorong yang tertutup hingga hujan reda sekitar pukul 17.15 WIB dan kondisi mulai terkendali.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Temanggung, Yusuf Edi Nugroho mengatakan, penanganan dilakukan secara bertahap sejak Jumat (5/2/2026) dan dimaksimalkan pada Senin (9/2/2026).

“Kegiatan utama dilaksanakan pada 9 Februari. Fokusnya pembersihan sampah rumah tangga yang menyumbat saluran di HM 51 Kali Pacar, arah sebelum rumah dinas Kodim Temanggung,” jelasnya, Rabu (11/2/2026).

Menurut Yusuf, sampah tersebut diduga berasal dari wilayah hulu, kemungkinan dari daerah atas yang membuang sampah ke saluran irigasi. Saat debit air meningkat, sampah menumpuk dan akhirnya menyebabkan air meluap ke jalan.

Normalisasi dilakukan melalui kerja bakti lintas sektor yang melibatkan DPUPR, DPRKPLH, Kodim 0706/Temanggung, Polres Temanggung, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Kelurahan Madureso, penyuluh pertanian, Koramil, serta masyarakat setempat. Atas kerja sama tersebut, timbunan sampah berhasil diurai hingga Senin (9/2/2026) siang dan aliran air kembali normal.

Yusuf menegaskan, DPUPR terus mendorong langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah dan limbah rumah tangga ke jaringan irigasi, tidak membangun di atas atau di tepi saluran, serta wajib menggunakan septictank,” tegasnya.

DPUPR juga akan memasang penyaring sampah, menertibkan bangunan yang melanggar aturan, serta mengaktifkan kembali peran P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air).

“Irigasi adalah infrastruktur pertanian yang harus kita rawat bersama. Dengan kesadaran dan kerja bakti rutin, mudah-mudahan luapan air dapat kita antisipasi sejak dini,” pungkasnya. (Sv;PUPR;Ekp)

Kolaborasi Lintas Sektor, Normalisasi Irigasi Kali Pacar Pasca Luapan Air Sroyo
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook