Pulang ke Rumah, Perjalanan Panjang Kukang Jawa Menuju Hutan Candiroto
Ket [Foto]:

Pulang ke Rumah, Perjalanan Panjang Kukang Jawa Menuju Hutan Candiroto

Temanggung, MediaCenter - Udara hutan Candiroto pagi itu terasa lembab dan tenang. Pepohonan menjulang rapat, seakan menanti kedatangan penghuni lamanya.

Di antara rimbunnya vegetasi, seekor Kukang Jawa (Nycticebus Javanicus) perlahan dilepas dari kandang transportasi.

Satwa nokturnal yang dikenal pemalu itu sempat diam beberapa saat, sebelum akhirnya merayap menuju batang pohon dan menghilang di balik dedaunan.

Momen sederhana itu menjadi akhir perjalanan panjang, sekaligus awal kehidupan barunya di alam liar.

Kukang Jawa tersebut sebelumnya menjalani proses rehabilitasi sebelum dinyatakan sehat dan siap kembali ke habitat aslinya.

Pelepasliaran dilakukan Perhutani KPH Kedu Utara bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah di Petak 27 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Petung.

Bagi para petugas, pelepasliaran bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bentuk tanggung jawab menjaga keseimbangan alam dan melindungi satwa yang semakin terancam.

Kepala BKPH Candiroto, Joko Supriyanto, Senin (9/2/2026) mengatakan, pelepasliaran Kukang Jawa menjadi bagian dari komitmen menjaga kelestarian hutan beserta seluruh kehidupan di dalamnya.

Ia menyebut keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada lembaga terkait, tetapi juga dukungan masyarakat sekitar hutan.

Menurutnya, edukasi terus dilakukan agar warga memahami pentingnya menjaga satwa liar, serta menghindari perburuan dan perdagangan ilegal.

Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci agar satwa seperti Kukang Jawa tetap memiliki ruang hidup di alamnya.

Perwakilan BKSDA Jawa Tengah, Adi Antoro, menjelaskan Kukang Jawa merupakan satwa endemik Pulau Jawa yang populasinya terus menurun akibat kerusakan habitat dan aktivitas perburuan.

Karena itu, pemilihan lokasi pelepasliaran dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi ekologis agar satwa dapat beradaptasi dengan baik.

Lebih dari sekadar pelepasliaran satwa, hutan Candiroto menyimpan harapan akan keberlanjutan ekosistem. Hutan tidak hanya menjadi rumah bagi satwa liar, tetapi juga sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.

Sinergi antara Perhutani, BKSDA, dan warga diharapkan terus terjalin, agar suara alam tetap lestari dan satwa-satwa langka seperti Kukang Jawa dapat terus bertahan di habitatnya. (Aiz;Ekp)

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook