Pemkab Temanggung Dorong Sertifikasi Higiene Sanitasi dan Sertifikat Halal SPPG
Ket [Foto]: Pemkab Temanggung Dorong Sertifikasi Higiene Sanitasi dan Sertifikat Halal SPPG

Pemkab Temanggung Dorong Sertifikasi Higiene Sanitasi dan Sertifikat Halal SPPG

Semarang, MediaCenter - Wakil Bupati Nadia Muna menyambut baik atas dikukuhkannya pengurus DPW Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Gratis (Gapembi) Jawa Tengah periode 2025-2030, di Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Pasalnya, dibentuknya Gapembi Jateng ini adalah untuk meningkatkan kerja sama dan kolaborasi antara pelaku dapur, Badan Gizi Nasional, dan pemangku kepentingan lainnya.

Lebih dari itu, ada upaya dari Gapembi untuk terus mendorong peningkatan layanan, yakni dengan kepengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta sertifikat halal seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui sertifikasi tersebut, tentunya ada semacam validasi akan jaminan terhadap MBG yang akan diberikan kepada para pelajar. Hal ini direspon positif oleh Pemkab Temanggung di mana saat ini terus ada upaya melakukan sertifikasi higienitas sanitasi, maupun sertifikat halal.

"Terkait sertifikasi laik higienitas sanitasi dan sertifikat halal, Temanggung InsyaAllah bisa, saya harap bisa memenuhi dan yang saya kawal sudah bergerak ke berbagai pihak yang berkewajiban mengeluarkan. Jadi kita dorong dan kita optimis bisa melakukan sertifikasi tersebut. Tujuannya meningkatkan kualitas pelayanan gizi masyarakat di Indonesia, termasuk kuantitas MBG agar masyarakat terlayani dengan baik oleh dapur-dapur yang ada," ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Menurut Nadia, adanya Gapembi ke depan juga bisa mempererat koordinasi antar dapur, antar koordinator wilayah. Melalui cara ini mereka bisa terus memperbaiki kualitas, juga kuantitas daripada dapur-dapur MBG, dan tentu saja ini bisa menjadi langkah baik bagi MBG ke depannya, mengingat MBG adalah program yang memiliki implementasi jangka panjang bagi generasi bangsa dan peningkatan sumber daya manusia di masa mendatang.

"MBG itu jangka pendeknya biar anak lebih konsen belajar, uang saku dari orang tua juga lebih ekonomis. Jangka panjangnya anak Indonesia bisa lolos dari stunting, meningkatkan kualitas pendidikan, kualitas jasmani menuju Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen dalam arahannya kepada pengurus Gapembi menyampaikan, bahwa program MBG ini ketika bisa berjalan, maka bisa menguatkan negara, terutama pada generasi penerus yang saat ini mendapat MBG di mana kelak mereka yang akan menjadi pemimpin. Selain itu, juga ada dampak positif terhadap ketahanan pangan, perputaran ekonomi dan lain-lain. Taj Yasin menekankan pula terkait ketepatan waktu baik memasaknya, maupun pengantaran, karena berkaitan dengan kualitas makanan yang bergizi yang disajikan kepada masyarakat.

"Maka ini perlu keseriusan, adanya Gepembi juga kita jadi bisa lebih berkoordinasi untuk memperbaiki betul, karena ini program belum ada satu tahun, tentu masih banyak PR nya, terutama kawan Gapembi di kabupaten/kota, karena langsung bersinggungan dengan masyarakat penerima manfaat. Bagi pemilik SPPG saya tekankan, tolong hidupkan ekonomi kedaerahan di kawasan, nanti akan kami evaluasi dapur-dapur di kabupaten/kota dampaknya terhadap ekonomi daerah itu," katanya.

Ketua Gapembi Jateng, Musthofa Safawi, usai dilantik menyatakan, anggotanya telah berkomitmen mengambil peran terdepan dalam memastikan setiap anak Indonesia tanpa terkecuali dapat akses makanan bergizi, aman, dan terjangkau. MBG sendiri merupakan program investasi modal manusia, human capital jangka panjang.

"Makanan yang kita sajikan kepada anak-anak kita akan menentukan kecerdasan, kesehatan, produktivitas, daya saing anak-anak Indonesia pada tahun 2045. Jawa Tengah dengan populasi besar, posisi strategis sebagai lumbung pangan nasional memegang peran kunci, maka di titik inilah Gapembi sebagai mitra strategis pemerintah," tandasnya. (ary;ekp)

Pemkab Temanggung Dorong Sertifikasi Higiene Sanitasi dan Sertifikat Halal SPPG
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook